Berbeda Waktu Pelaksanaan Idulfitri 1447 H, Ketua DPRD Sumenep Berharap Tetap Harmonis

Infrastruktur2629 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, menanggapi perbedaan waktu pelaksanaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Sumenep.

Ketua DPRD Ji Zainal mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan saling menghormati meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya.

Diketahui, sebagian masyarakat di Sumenep merayakan Idulfitri pada Kamis, 19 Maret 2026. Sementara sebagian lainnya melaksanakan Sholat Ied pada Jumat, 20 Maret 2026, dan ada pula yang merayakannya pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Menurut Ji Zinal, perbedaan tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi, terutama karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, baik melalui rukyatul hilal maupun hisab.

“Perbedaan ini bukan hal baru. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga toleransi dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan,” ujarnya, Jumat malam, 20 Maret 2026.

Ia menegaskan, masyarakat Sumenep selama ini dikenal memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang tinggi dalam menjaga kerukunan, termasuk dalam menyikapi perbedaan hari besar keagamaan.

Lebih lanjut, Ji Zinal juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, tanpa mempersoalkan perbedaan waktu pelaksanaan.

“Idulfitri adalah momen untuk saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan. Jangan sampai perbedaan hari justru merusak kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk turut memberikan pemahaman yang menyejukkan kepada masyarakat, agar situasi tetap kondusif.

Menurutnya, peran para tokoh sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di tengah keberagaman pandangan yang ada di masyarakat.

Ji Zinal berharap seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep dapat merayakan Idulfitri dengan penuh khidmat, aman, dan damai, meskipun dilaksanakan pada waktu yang berbeda-beda.

“Perbedaan adalah rahmat. Mari kita jaga kebersamaan dan saling menghormati, sehingga Sumenep tetap menjadi daerah yang harmonis,” pungkasnya. (Tim)

Komentar