SUMENEP Bongkar86.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Diskop, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, menyampaikan bahwa pemerintah daerah secara konsisten melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok guna mengantisipasi potensi kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan.
Menurutnya, momentum Ramadan dan Idul Fitri biasanya diikuti dengan peningkatan belanja rumah tangga. Kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi dengan baik oleh pemerintah.
“TPID tidak hanya memantau perkembangan harga di pasar, tetapi juga memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan stok bahan pokok di pasaran. Sebagai salah satu langkah konkret pengendalian inflasi,
Bahkan, pihaknya secara rutin menggelar gerakan pasar murah yang menyediakan berbagai komoditas bahan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Kegiatan pasar murah tersebut digelar di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sumenep. Di wilayah perkotaan, pasar murah biasanya dilaksanakan di sekitar Taman Bunga dan Bundaran Pasar Anom. Bahkan di Pasar Anom sendiri tersedia kios pengendalian inflasi yang buka setiap hari.
Selain itu, di Pasar Anom kami membuka kios pengendalian inflasi setiap hari.
Berbagai komoditas kebutuhan pokok dijual dalam kegiatan tersebut, seperti beras, minyak goreng, tepung, telur, dan bahan pangan penting lainnya. Harga yang ditawarkan mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) bahkan seringkali lebih murah karena adanya subsidi dari berbagai pihak.
Ramli mencontohkan, kegiatan pasar murah yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Sumenep pada Rabu (11/3/2026) turut membantu menekan harga bahan pokok melalui subsidi yang diberikan oleh internal lembaga tersebut.
“Ketika labelnya pasar murah, harganya pasti lebih murah dari harga pasar karena ada subsidi atau intervensi dari pihak-pihak tertentu. Contohnya hari ini kegiatan pasar murah dari Kejaksaan Negeri Sumenep yang mensubsidi harga bahan pokok sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga di bawah harga pasar,” ungkapnya.
Secara umum, Ramli menyebut kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Sumenep masih relatif stabil. Meski demikian, ia mengakui terdapat beberapa komoditas yang sempat mengalami kenaikan harga, seperti cabai yang dalam beberapa hari terakhir sempat menyentuh kisaran Rp100 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut disebabkan oleh faktor produksi dan distribusi, termasuk terbatasnya pasokan akibat masa panen yang belum maksimal.
“Beberapa komoditas memang sempat mengalami kenaikan, seperti cabai yang menyentuh kisaran Rp100 ribuan per kilogram. Itu terjadi karena faktor distribusi dan masa panen yang stoknya terbatas,” katanya.
Selain wilayah daratan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kelancaran distribusi bahan pokok ke wilayah kepulauan. Namun distribusi tersebut terkadang terkendala faktor cuaca ekstrem yang mempengaruhi aktivitas pelayaran.
Untuk mengatasi hal itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Syahbandar, pihak pelabuhan, serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan agar kendaraan pengangkut bahan pokok mendapat prioritas dalam penyeberangan.
“Kami juga mengantisipasi kelancaran distribusi ke wilayah kepulauan. Memang ada kendala di luar kendali kita, seperti cuaca ekstrem. Namun kami terus berkoordinasi dengan Syahbandar, pelabuhan, serta Disperkimhub agar kendaraan yang membawa bahan pokok bisa diprioritaskan naik kapal,” jelasnya.
Sementara untuk kegiatan pasar murah secara langsung di wilayah kepulauan, Ramli mengatakan saat ini program tersebut masih difokuskan di wilayah daratan Kabupaten Sumenep.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memastikan distribusi bahan pokok ke kepulauan berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama bulan Ramadan.
“Untuk gerakan pasar murah di wilayah kepulauan saat ini memang belum kami laksanakan. Fokusnya masih di daratan, tetapi kami tetap memastikan distribusi bahan pokok ke kepulauan berjalan lancar,” pungkasnya.(Ucik/Rudi)













Komentar