Jelang Ramadan: Masyarakat Menjerit, Harga Bahan Pokok di Pamekasan Terus Melonjak, Pemkab Hanya Fokus Pada Ketersediaan Stok

Infrastruktur580 Dilihat

PAMEKASAN, Bongkar86.com – Menjelang masuknya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, harga bahan pokok di Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, terus mengalami kenaikan.

Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan harga paling signifikan adalah cabai rawit hingga tembus Rp110.000 per kilogram. Rabu 18/02/2026

Kenaikan drastis ini sontak dikeluhkan oleh masyarakat, terutama para ibu rumah tangga dan pedagang makanan, karena berdampak langsung pada bengkaknya pengeluaran belanja dapur sehari-hari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Nahrul AH menjelaskan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh hukum pasar, yakni terganggunya keseimbangan antara suplai dan permintaan.

“Faktor utama kenaikan harga cabai rawit ini adalah kondisi cuaca ekstrem yang kurang mendukung. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas petani, sehingga pasokan ke pasar berkurang,” ujar Nahrul.

Bahkan, kata Nahrul, permintaan pasar terhadap komoditas bumbu dapur selalu mengalami peningkatan tajam di momen puasa.

Nahrul menjelaskan bahwa ketika pasokan dari petani terbatas akibat cuaca, sementara permintaan masyarakat meningkat jelang puasa, otomatis harga di tingkat pedagang otomatis ikut naik,” jelasnya.

Nahrul menambahkan, Disperindag Pamekasan memastikan tidak tinggal diam dengan naiknya harga. Kami terus menerjunkan tim untuk memantau pergerakan harga dan ketersediaan stok di lapangan setiap hari.

“Kami terus melakukan monitoring intensif. Fokus kami saat ini adalah memastikan ketersediaan stok tetap aman dan rantai distribusi berjalan lancar selama Ramadan hingga Idulfitri nanti, agar tidak terjadi kelangkaan,” pungkasnya. (Tim/Red)

Komentar