Dinkes P2KB Sumenep Perkuat FORPENSI untuk Percepat Cakupan Imunisasi

Kesehatan2055 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Dinas Kesehatan (Dinkes), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep memperkuat koordinasi Forum Peduli Imunisasi (FORPENSI) untuk mempercepat cakupan imunisasi dan mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Penguatan tersebut dilakukan melalui Pertemuan Penguatan Tim Peduli Imunisasi Kabupaten Sumenep di salah satu hotel di Sumenep, Rabu (28/10/2026), sebagai tindak lanjut pembentukan forum melalui surat keputusan.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Achmad Syamsuri, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan memantapkan kerja sama lintas sektor agar program imunisasi menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Pertemuan hari ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya untuk lebih memantapkan kerja sama dalam meningkatkan keberhasilan dan mencakup program imunisasi di Kabupaten Sumenep,” ujar Achmad Syamsur.

Ia menegaskan, imunisasi merupakan awal langkah penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Menurutnya, peningkatan cakupan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing.

Achmad Syamsuri juga menunjukkan peningkatan kasus campak pada tahun 2025. Berdasarkan data epidemiologi yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, sekitar 95 persen penderita yang diperiksa belum mendapatkan imunisasi lengkap, bahkan sebagian tidak pernah diimunisasi.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat fungsi dan peran masing-masing lembaga atau organisasi dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten Sumenep,” pesannya.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. dr. Dominicus Husada, dokter spesialis anak dengan subspesialis infeksi dan penyakit tropis anak, hadir sebagai narasumber. Ia membeberkan sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi penurunan seputar imunisasi, mulai dari kekhawatiran terhadap efek samping, pengaruh media sosial dan hoaks, hingga aspek politik serta agama.

Berbagai tantangan tersebut memerlukan pendekatan komunikasi yang tepat agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai imunisasi. Penguatan peran FORPENSI diharapkan dapat mendukung koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dan memperluas cakupan imunisasi di Kabupaten Sumenep. ( Iad, Apo )

Komentar