PKKMB Unija, Islah Bahrawi Ajak Mahasiswa Cegah Radikalisme dan Terorisme

Infrastruktur2101 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com — Universitas Wiraraja menyelenggarakan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang bertemakan “Spirit Arya Wiraraja, Berakar pada Budaya, Berkarya untuk Dunia” itu menjadi langkah awal dalam membekali mahasiswa baru dengan wawasan akademik, karakter, serta nilai-nilai kebangsaan.

Salah satu agenda dalam PKKMB adalah penyampaian materi terkait “Pencegahan dan Penanggulangan Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, serta Penyebaran Paham yang Bertentangan dengan Ideologi Negara”.

Panitia menghadirkan Islah Bahrawi, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, sebagai pemateri. Sesi materi tersebut berlangsung pada Selasa 18 Agustus 2026 sekira pukul 14.00 WIB.

Materi tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, dan terorisme serta dampaknya terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga persatuan dan menghargai keberagaman.

Dalam penyampaiannya, mahasiswa didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis serta tidak mudah menerima dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Hal ini penting karena di tengah perkembangan media sosial yang memungkinkan berbagai informasi dan paham tersebar dengan cepat,” kata Islah Bahrawi.

Pada acara yang dimoderatori Kaprodi Desain Komunikasi Visual (DKV) FISIP Unija Anis Kurli itu, mahasiswa juga diingatkan untuk menjauhi berbagai bentuk ujaran kebencian, diskriminasi, provokasi, maupun tindakan kekerasan yang dapat memecah persatuan. Menurutnya, sebaliknya, mahasiswa diharapkan mampu membangun budaya dialog, toleransi, dan saling menghormati di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Lebih lanjut pria kelahiran Bangkalan itu mengungkapkan, pemahaman terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa.

“Nilai-nilai itu diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan akademik dan bermasyarakat,” pintanya.

Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Pencegahan Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme Mabes Polri itu juga menegaskan terkait peran serta mahasiswa sebagai generasi muda dalam mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Dengan pengetahuan yang dimiliki, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan turut menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta menghargai keberagaman” tandasnya.(Apo)

Komentar