Pita Penggaduh Dijalan Raya Lenteng Banyak Makan Korban, Dinas Perhubungan Sumenep: Itu Bukan Wewenang Kami

Infrastruktur135 Dilihat

Sumenep, Bongkar86.com – Soal pita penggaduh dijalan raya Lenteng, tepatnya di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Dinas Perhubungan itu bukan wewenang kami.

Hal itu disampaikan Edy Purwanto  sebagai Kabid Pengembangan Keselamatan saat dikonfermasi via telpon pribadinya. Senin 05/4/2021

“Ya mas, soal pita penggaduh dijalan raya Lenteng tepatnya di wilayah rumah milik Bupati Sumenep Achmad Fauzi tersebut itu PU Bina Marga Sumenep yang melakukan pekerjaannya.

Menurut Edy, Selam 4 tahun ini marka jalan ditangani PU Bina Marga sedangkan Dinas Perhubungan Sumenep sudah tidak menangani.

Edy menjelaskan, Kalau rambu-rambu diwilayah jalan raya Lenteng tepatnya Desa Torbang tersebut sudah lama dipasang oleh Dishub Sumenep. Sejak sering terjadikan laka lantas di pita penggaduh.

Sebelumnya, Pasangan pita penggaduh dijalan raya Lenteng, tepatnya di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, dikeluhkan warga. Minggu 28/32021

Bahkan, pita penggaduh tersebut bukan hanya dikeluhkan, namun selalu makan korban kecelakaan. Sebab terlalu tinggian hingga mencapai 8 milimeter.

Berdasarkan pantauan Bongkar86, pita penggaduh di kawasan tersebut dipasang di dua lokasi yang berbeda. Yakni dari arah timur dan dari arah barat, sedangkan jarak pita penggaduh di lokasi pertama dengan lokasi kedua sekitar 50 meter.

Terlalu tinggi, bila kendaraan melintas di pita penggaduh tersebut maka goncangan terasa keras dan itupun ada dua lokasi juga,” kata salah warga Lenteng yang sering melintas.

Hal tersebut cukup berbahaya bagi pengendara. Bakna dilokasi itu sudah berapa kali terjadi tabrakan karena pengendara sering menghindar dari pita penggaduh tersebut.

Menurutnya, apalgi yang tidak mengetahui adanya pita penggaduh dan mengerem mendadak, kan kendaraan yang dibelakang bisa menabrak. Kalau tidak ngerem juga berbahaya bagi pengendara karena itu tinggi.

Lanjut dia, pita penggaduh tersebut baru dipasang sejak adanya bangunan rumah milik Bupati Sumenep terpilih yakni Achmad Fauzi.(apo/nur)

Komentar