Pilkades Serentak 2021: DPS Banyak Nama-Nama Fiktif Mencapai Ribuan, FKM Geruduk Kantor Kecamatan Masalembu Sumenep

Politik78 Dilihat

Sumenep, Bongkar86.com – Soal Daftar Pemilih Sementara (DPS) terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021, Perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Kepulauan Masalembu (FKMK) mendatangi kantor Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Rabu 09/6/2021

Pasalnya diduga tahapan Pilkades diMasalima yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku bahkan diangkap bermasalah. Sehingga masyarakat meminta pendataan ulang kepada panitia Pilkades Masalima.

Koordinator FKM Jailani mengatakan bahwa, pihaknya mendatangi kantor Camat Masalembu tidak lain hanya ingin memdapatkan ketegasan dalam pesta rakyat yaitu Pilkades serentak 2021 nanti. Sebab di Desa Masalima soal Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dilakukan oleh panitia itu bermasalah.

“Panitia Pilkades Masalima enggan untuk memenuhi permintaan masyarakat agar segera melakukan pendataan ulang.

Menurut Jailani, ada dua alasan soal DPS yakni yang pertama banyak nama-nama fiktif yang mencapai ribuan dalam DPS. Sedangkan yang kedua DPS yang sudah diterbitkan oleh panitia memiliki kecacatan serius, baik secara administratif maupun secara hukum,

Lanjut Jailani, panitia perlu melakukan pendataan ulang agar pelaksanaan Pilkades di Desa Masalima berjalan sesuai aturan.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan dan tidak segera disikapi oleh pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab, maka dapat dikatakan bahwa mereka dengan sengaja membiarkan adanya potensi kecurangan.

Jailani menegaskan, kevalitan daftar pemilih merupakan penentu utama keberhasilan penyelenggaran demokrasi kontestasi politik diPilkades serentak ini.

Dengan tegas, Jailani meminta kepada Camat Masalembu untuk segera mengambil langkah tegas guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Sementara Camat Masalembu, Heru Cahyono, berjanji akan meneruskan laporan masyarakat secara bersurat yang akan diberikan sendiri oleh dirinya ke DPMD Kabupaten Sumenep.(Rus/Budi)

Komentar