Pemkab Sumenep Gelar Kontes Sape Sonok, Bupati Fauzi: “Merawat Warisan Budaya Leluhur”

Infrastruktur2369 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Disbudporapar menggelar Festival Sape Sonok Madura 2026 pada Minggu, 9 Agustus 2026 di Stadion Ahmad Yani Sumenep. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Calendar of Event 2026 untuk melestarikan budaya lokal dan mendukung ekonomi peternak serta UMKM. Bahkan kegiatan ini dengan rangkaian menuju puncak acara perebutan Piala Bupati pada 27 Agustus 2026 mendatang.

Sapi sonok yang digelar oleh Paguyuban Sape Sonok Sumenep ini menjadi salah satu daya tarik utama wisata budaya Madura sekaligus momentum memperkuat identitas daerah di tingkat nasiona dengan tema “Merawat Warisan Budaya Leluhur”.

Ajang tahunan ini menampilkan keindahan sapi betina pilihan yang dihias dengan berbagai ornamen khas Madura. Tidak hanya mempertontonkan kecantikan dan keharmonisan langkah sapi, festival ini juga menghadirkan iringan musik tradisional yakni musik saronen, atraksi budaya, hingga nuansa khas masyarakat Madura yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Hizbul Wathan sebagai Tenaga Ahli Bupati menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada panitia penyelenggara, paguyuban, serta seluruh masyarakat yang terus konsisten merawat tradisi ini.

” Sape Sonok bukan sekadar sebuah tontonan atau kontes kecantikan bagi sapi betina. Lebih dari itu, Sape Sonok adalah identitas, kebanggaan, dan warisan luhur budaya masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, yang sarat dengan nilai estetika, ketekunan, serta kecintaan kita pada kearifan lokal, ” tuturnya

Menurutnya, Keindahan gerak, keserasian langkah yang diiringi alunan musik tradisional saronen, serta hiasan ornamen yang memukau menunjukkan betapa tingginya kreativitas para peternak kita.

Bahkan, Tradisi ini membuktikan bahwa masyarakat Sumenep memiliki kepedulian yang kuat dalam menjaga akar budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Mulai dari para pengrajin hiasan sapi, seniman musik tradisional, hingga pelaku UMKM lokal yang turut mendapatkan manfaat secara ekonomi.

Wathan berharap, kepada dewan juri dan peserta pemilik Sape Sonok, junjung tinggi sportivitas dan rasa kekeluargaan. Menang atau kalah adalah hal yang biasa, tetapi niat kita bersama untuk merawat marwah budaya Madura adalah kemenangan yang sejati.

Sementara Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi mengatakan bahwa tujuan kegiatan pelaksanaan kontes Sape Sonok ingin menjaga kultur budaya Sape Sonok jangan sampai hilang. Sebab kontes sape sonok satu satunya di Madura yaitu di Kabupaten Sumenep dan di daerah lain tidak ada.

Jadi, menurutnya orang yang mengikuti penggemar kontes sape sonok ini adalah orang-orang pilihan yang memang punya kepedulian terhadap budaya dan kultur.

Pesan Bupati Fauzi, Sampaikan kepada cucu cucu kita dan masyarakat luas kalau sape sonok tidak boleh hilang dari bumi Sumekar ini, Pak Bupati begitu peduli terhadap budaya dan kultur. Saya lanjutkan Pak Sali.

Selain itu, juga memberikan ruang kepada para pelaku ekonomi kreatif khususnya UMKM di Kabupaten Sumenep melalui kontes Sape Sonok ini, Pak Bupati berkeinginan UMKM itu bergerak. (Yetno

Komentar