Sumenep, Bongkar86.com – Kemarau panjang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura. Warga di Pulau Sapudi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan harian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Baznas Sumenep bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih dan sarana penunjang berupa tandon dan jeriken.
Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan, pihaknya telah mengirimkan bantuan jeriken untuk memudahkan warga mengangkut air, serta bantuan biaya akomodasi pengangkutan bekerja sama dengan pemerintah kecamatan.
“Kami juga sudah mengirimkan bantuan biaya akomodasi pengangkutan air bersih bekerja sama dengan camat. Harapannya, bantuan ini bisa mengurangi beban warga yang mengalami krisis air bersih di dua kecamatan tersebut,” jelas Rahman, Jumat (25/09/2026).
Pendistribusian dilakukan secara gotong royong melibatkan BPBD, pemerintah kecamatan, Babinsa, relawan, dan masyarakat setempat untuk mempercepat penyaluran di wilayah kepulauan yang aksesnya terbatas.
Baznas dan BPBD memastikan koordinasi akan terus dilakukan agar kebutuhan dasar warga, terutama air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung.
Sementara itu dua kecamatan yang terdampak paling parah adalah Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong.
Di Kecamatan Gayam, kekeringan melanda Dusun Bakoan Desa Galis, Desa Nyamplong, Dusun Sumber Jati dan Slat Brata Desa Prambanan, serta Dusun Koattas, Ombaran, Jati, dan Pao Laseng Desa Gendang Timur. Sedangkan di Kecamatan Nonggunong, krisis terjadi di wilayah Pulau Bulu Manuk, Desa Sonok.
“Berdasarkan laporan camat, warga tidak hanya kekurangan pasokan air, tetapi juga sarana untuk menampung dan mengangkut air dari sumber yang jauh. Sehingga kami juga sediakan tandon untuk menampung air,” tambahnya.







Komentar