SUMENEP, Bongkar86.com – Saat ini anggaran publikasi media online dan cetak yang mencapai Rp8,2 miliar pada tahun anggaran 2026 di Kabupaten Sumenep yang dikenal Kota Keris dibawa kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo – Imam Hasyim terus menjadi polemik dimasyarakat dan dunia maya dengan adanya media dadakan hanya mengincar iklan atau ADV (Advertorial). Rabu 18/6/2026
Maraknya fenomena “media dadakan” yang mengincar anggaran publikasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memang menjadi isu klasik yang merugikan keuangan negara. Praktik ini sering kali berkedok kerja sama media, namun minim kredibilitas jurnalistik dan hanya berorientasi pada pencairan dana tanpa menyajikan karya pers yang berkualitas.
“Saat ini banyak atau marak Media online dadak di Sumenep, ” kata salah satu wartawan yang namanya tidak mau dipublish dinmedia
Menurutnya, maraknya wartawan yang bernaung di media hanya mengejar iklan atau ADV bukan menjadi wartawan pemburuh berita, ” terangnya
“Kenapa marak Media???, lanjutnya, sebab anggaran publikasi sangat gemuk yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep dan disebar disetiap OPD, ” ucapnya
Bahkan, tidak tanggung-tanggung, ratusan media dadakan yang mengincar anggaran miliaran itu langsung bermitra dengan OPD, ” tegasnya
Lucunya, dari ratusan media itu tidak jelas cara kerjanya sebagai jurnalis, rata-rata berita yang disodorkan ke meja OPD adalah dengan cara copy paste dan langsung dilakukan transaksi pembayaran oleh OPD terkait.(Yet/Apo)










Komentar