SUMENEP, Bongkar86.com — Dalam upaya menghadapi potensi dampak fenomena El Nino serta memperkuat ketahanan pangan nasional, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melaksanakan kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung Hibrida di Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Senin (13/04/2026) pagi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Sumenep, sekaligus bentuk sinergi antara aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat petani dalam menjaga stabilitas pangan di tengah ancaman perubahan iklim.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid, S.E., M.Si beserta jajaran, perwakilan Kodim 0827 Sumenep Pelda Miriyanto, Danyon TP Mayor Inf. Aditya Danang beserta anggota, Kapolsek Batang-Batang AKP Ratman Desianto, SH, MH, Camat Batang-Batang Mujib, S.Sos., M.Si beserta staf, Kepala PUPT Jatim Amrisal Ardiansyah, serta Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dr. Ida Widi Arsanti, S.Pmp. bersama para Korluh dan PPL se-Kabupaten Sumenep.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri Korluh Kecamatan Batang-Batang Zasli Purwanto beserta anggota, Kepala Desa Legung Barat beserta perangkat desa, para Ketua Gapoktan se-Kecamatan Batang-Batang, serta para petani setempat yang menjadi pelaku utama dalam gerakan tanam tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penanaman bibit padi dan jagung hibrida secara simbolis oleh Kapolres Sumenep bersama rombongan dan para petani. Kegiatan ini menjadi simbol nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan masa tanam guna mengantisipasi musim kering akibat El Nino.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian santunan kepada lima anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
Sementara itu, dalam laporan kegiatan yang disampaikan oleh Korluh Kecamatan Batang-Batang, disebutkan bahwa pada tahap pertama penanaman hari ini telah mencakup lahan seluas 53 hektare. Untuk tahap kedua, direncanakan penggarapan lahan seluas 1 hektare untuk padi dan 0,2 hektare untuk jagung pada tahun ini.
Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi oleh para kelompok tani (Gapoktan), di antaranya permasalahan pengeboran sumber air yang masih kurang optimal serta adanya gangguan pencemaran yang mempengaruhi kualitas air untuk irigasi.
Kapolres Sumenep AKBP Anang dalam kesempatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap program percepatan tanam sebagai langkah konkret menjaga ketahanan pangan daerah. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.(Apo)












Komentar