Gelombang 3,5 Meter Lumpuhkan Jalur Laut Jangkar– Kalianget Madura, Penyeberangan Dihentikan Sementara

Infrastruktur151 Dilihat

SITUBONDO, Bongkar86.com – Jalur transportasi laut, penyebrangan rute Pelabuhan Jangkar, Situbondo menuju Madura Kalianget Sumenep kembali lumpuh.

Hal itu berdasarkan data di Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur secara resmi menunda sementara seluruh operasional kapal motor penyeberangan rute Jangkar– Sumenep, menyusul cuaca ekstrem yang melanda perairan Laut Sumenep.

Penundaan diberlakukan mulai Sabtu (10/1/2025) dan diperkirakan berlangsung satu hingga dua hari ke depan, sambil menunggu kondisi cuaca dinyatakan aman untuk pelayaran.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan (SPPP) Jangkar BPTD Kelas II Jawa Timur, Abdul Hamid, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan faktor keselamatan penumpang dan awak kapal.

“Saat ini kondisi cuaca di perairan Laut Sumenep masih ekstrem, angin kencang disertai gelombang tinggi yang mencapai sekitar 3,5 meter,” kata Abdul Hamid.

Menurutnya, tinggi gelombang tersebut melampaui ambang batas aman bagi kapal motor penyeberangan yang melayani lintasan ke kepulauan Madura.

“Dengan gelombang setinggi itu, risiko pelayaran sangat besar. Karena itu keberangkatan kapal kami tunda demi keselamatan bersama,” ujarnya menegaskan.

Salah satu kapal yang terdampak langsung adalah KMP Dharma Kartika, yang melayani rute Jangkar–Kalianget–Raas, Kabupaten Sumenep. Kapal tersebut seharusnya berlayar pada pukul 08.00 WIB, namun terpaksa tertahan di pelabuhan.

“KMP Dharma Kartika hari ini tidak diberangkatkan karena kondisi laut di jalur Jangkar–Sumenep masih belum memungkinkan,” jelas Abdul Hamid.

Ia menambahkan, penundaan akan terus diberlakukan hingga otoritas pelabuhan memastikan kondisi cuaca benar-benar aman bagi pelayaran.

“Keberangkatan baru akan kami buka kembali setelah ada perbaikan signifikan pada cuaca dan gelombang laut,” katanya.

Meski aktivitas penyeberangan dihentikan sementara, Abdul Hamid memastikan tidak terjadi penumpukan penumpang di Pelabuhan Jangkar. Informasi terkait cuaca ekstrem telah disampaikan lebih awal kepada masyarakat.

“Kami sudah mengumumkan potensi penundaan ini sejak beberapa hari sebelumnya, sehingga situasi di pelabuhan tetap kondusif,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya warga kepulauan di Kabupaten Sumenep, tidak memaksakan perjalanan laut selama cuaca ekstrem masih berlangsung.

“Kami minta masyarakat bersabar dan terus mengikuti informasi resmi dari pelabuhan. Keselamatan jauh lebih penting daripada memaksakan keberangkatan,” pungkas.(Tim)

Komentar