Cuaca Ekstrem di Pamekasan, 9 Kecamatan Terdampak dan Ratusan Rumah Alami Kerusakan

Infrastruktur60 Dilihat

PAMEKASAN, Bongkar86.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan merilis laporan terbaru terkait dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada Kamis, 5 Maret 2026 kemarin.

Berdasarkan data pembaruan hingga Senin (9/3/2026) pukul 15.55 WIB, tercatat sebanyak 9 kecamatan dan 36 desa terdampak peristiwa bencana tersebut.

Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai kategori.

“Berdasarkan data terbaru hingga Senin sore, terdapat 9 kecamatan dan 36 desa yang terdampak. Total rumah yang mengalami kerusakan ringan sebanyak 78 unit, rusak sedang 3 unit, dan rusak berat 4 unit.

Selain itu, akibat bencana tersebut terdapat dua warga mengalami luka sedang serta empat fasilitas umum mengalami kerusakan ringan,” ujar Dhofir.

Ia juga merinci bahwa kerusakan material yang tercatat meliputi 673 lembar asbes, 1.185 genteng, dan 25 lembar seng yang rusak akibat terpaan angin kencang dan pohon tumbang.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Pademawu, Galis, Kadur, Proppo, Palengaan, Batumarmar, dan Waru. Di sejumlah lokasi, kerusakan terjadi pada atap rumah, dapur, hingga bangunan fasilitas umum seperti madrasah, mushalla, dan ruang kelas sekolah.

Beberapa kerusakan berat dilaporkan di Kecamatan Proppo dan Batumarmar, di antaranya rumah warga yang roboh di Desa Toket serta mushalla yang ambruk di Desa Candi Burung. Selain itu, di Desa Ponjanan Timur Kecamatan Batumarmar, sebuah mushalla juga tertimpa pohon hingga mengalami kerusakan.

Selain kerusakan bangunan, peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang sempat mengganggu akses jalan di beberapa titik, seperti di Jalan Raya Ambat, Jalan Raya Tlanakan, Jalan Raya Teja, serta beberapa ruas jalan lainnya. Namun, seluruh akses tersebut telah berhasil ditangani oleh tim BPBD bersama relawan dan aparat setempat.

BPBD Pamekasan bersama pihak terkait saat ini masih melakukan pendataan lanjutan serta koordinasi untuk penanganan dan bantuan kepada warga terdampak.

Dhofir mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan hujan lebat, terutama bagi warga yang rumahnya berada di sekitar pohon besar atau bangunan yang rentan,” pungkasnya.(Burn/Apo)

Komentar