Bukan Sekadar Stan, Hampir 2.000 Botol Plastik Jadi Pesan Daur Ulang Dinas Lingkungan Hidup Sumenep

Infrastruktur717 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Hampir 2.000 botol plastik bekas disulap menjadi bagian dari stan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan 2026. Melalui tema “Daur Ulang”, DLH menunjukkan bahwa sampah masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan baik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep “Anwar Syahroni” mengatakan, botol plastik menjadi salah satu material utama stan. Pemanfaatannya dilakukan melalui konsep upcycle, yakni mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang memiliki fungsi dan nilai estetika.

“Kurang lebih hampir 2.000 botol yang kita gunakan sebagai bahan dasar pembuatan stan ini,” ujar “Anwar Syahroni.”

Konsep serupa juga terapkan pada material bekas lainnya. Kayu bekas packing buah dimanfaatkan sebagai aksesoris, kardus diolah menjadi “Pohon Harapan,” sedangkan tutup botol digunakan sebagai bagian dari ornamen stan.

Bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, penggunaan material tersebut merupakan bentuk sosialisasi yang ditampilkan secara nyata. Masyarakat diajak melihat bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan sebelum akhirnya dibuang.

Tema “Daur Ulang” juga diarahkan pada persoalan pengelolaan sampah dari sumbernya. DLH mendorong masyarakat memilah material yang masih dapat dimanfaatkan dari sampah yang benar-benar menjadi residu.

Pemilahan diharapkan dimulai dari rumah tangga, perkantoran maupun sumber sampah lainnya. Dengan begitu, sampah yang dibawa ke TPA atau TPST tidak seluruhnya berupa campuran material yang masih dapat dimanfaatkan.

“Anwar Syahroni” menegaskan, konsep stan tidak hanya menampilkan hasil daur ulang, tetapi juga membangun komitmen bersama dalam mengelola sampah. Edukasi dilakukan dengan memperlihatkan langsung perubahan barang bekas menjadi sesuatu yang dapat digunakan.

Melalui stan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep menempatkan pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah sebagai pesan utama kepada pengunjung. Barang bekas yang semula dianggap tidak bernilai ditampilkan kembali dalam bentuk yang memiliki fungsi.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep mengajak masyarakat dan seluruh stakeholder mulai memilah sampah dari sumber masing-masing, memanfaatkan barang yang masih dapat digunakan, serta menempatkan sampah pada tempatnya. Pesan tersebut menjadi inti tema “Daur Ulang” dalam Pameran Pembangunan Kabupaten Sumenep 2026.(Yetno/Ucik)

Komentar