Rapat Paripurna DPR-RI, Pangeran Trunojoyo dan Syekh Khona Kholil diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional

Infrastruktur44 Dilihat

Jakarta, Bongkar86.com – Pangeran Trunojoyo dan Syekh Khona Kholil diusulkan sebagai Pahlawan Nasional di rapat paripurna III DPR-RI tahun 2020-2021. Di Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Pengusulan dua nama Tokoh Nasional, yaitu; pangeran Trunojoyo dan Syekh Khona Kholil, sebagai Pahlawan Nasional. Diusulkan Fraksi PAN DPR-RI menjelang akhir masa sidang.

Fraksi PAN, melalui Slamet Ariyadi, anggota DPR-RI dapil XI Jatim, Madura, Menilai, jika dari nama-nama yang ditetapkan Presiden Jokowi sebagai Pahlawan Nasional, tidak satupun berasal dari Madura sebagai Pahlawan Nasional.

“Dua nama tokoh Nasional, Pangeran Trunojoyo adalah pejuang yang melawan penjajah kolonial Belanda dan namanya diabadikan sebagai nama Universitas Trunojoyo Madura, dan Syekh Khona Kholil sebagai pejuang yang melahirkan organisasi terbesar di Indonesia (NU) dan namanya diabadikan sebagai nama Kampus Syekh Khona Kholil Bangkalan,” tegas Slamet Ariyadi.

Slamet Ariyadi, saat dihubungi secara terpisah, menyampaikan, jika pentingnya Negara mengakui dan menetapkan pangeran Trunojoyo dan Mbah Syekh Khona Kholil sebagai Pahlawan Nasional.

“Sejarah mencatat, jika Belanda gentar dengan dua tokoh bernama pangeran Trunojoyo dan Syekh Khona Kholil. Ingat, pangeran Trunojoyo melawan Belanda bukan di Madura, tapi mulai dari tanah Mataram hingga Kediri. Begitupula Syekh Khona Kholil, ia adalah guru dari Mbah Hasyim Assyari, jika tak ada mbah Kholil, maka, tak ada NU,” terang Slamet Ariyadi, Kamis (11/2/2021).

Slamet menambahkan, Bangsa Indonesia perlu tau, jika pangeran Trunojoyo gugur di medan pertempuran melawan Belanda. Dan Mbah Syekh Khona Kholil pernah ditahan oleh Belanda. Dan atas nama masyarakat Madura, Negara harus memasukkan kedua nama tokoh tersebut, sebagai Pahlawan Nasional.

“Kedua nama itu telah berkontribusi dan berdedikasi atas kemerdekaan Republik Indonesia,” tukas Slamet Ariyadi. (Apo/Dila)

Komentar