SUMENEP, Bongkar86.com – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep menyiapkan sejumlah kawasan yang masuk dalam penilaian kumuh untuk dijadikan wilayah percontohan penataan permukiman yang asri dan bersih.
Kepala Disperkimhub Kabupaten Sumenep “Dadang Dedi Iskandar” mengatakan, program tersebut akan dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan kawasan kumuh menjadi lingkungan yang lebih tertata dan layak bagi masyarakat, Jum’at (24/09/2026).
Menurutnya, penanganan kawasan kumuh tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh sejumlah aspek dasar permukiman, seperti sanitasi, drainase dan pengelolaan persampahan.
Beberapa wilayah yang telah menjadi perhatian antara lain Marengan dan Kalianget. Namun, pemerintah masih melakukan pemetaan untuk menentukan kawasan yang akan ditetapkan sebagai lokasi percontohan.
“Kami akan lakukan di wilayah Marengan, juga ada wilayah Kalianget. Tapi kami pastikan nanti wilayah yang kita jadikan percontohan itu benar-benar bisa dirasakan bahwa wilayahnya sudah menjadi kawasan yang asri,” ujar Dadang.
Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah menginventarisasi kondisi kawasan serta memitigasi berbagai persoalan yang menjadi indikator kekumuhan.
Pemetaan tersebut mencakup kondisi sanitasi, sistem drainase hingga persoalan persampahan. Hasil inventarisasi kemudian menjadi dasar koordinasi dan komunikasi dengan OPD terkait untuk menentukan bentuk penanganan yang diperlukan.
“Intinya menginventarisir dan memitigasi apa-apa yang sudah kita lakukan, termasuk bagaimana sanitasinya maupun drainasenya, termasuk persampahannya. Kita lakukan koordinasi dan komunikasi bersama OPD terkait,” katanya.
Disperkimhub Kabupaten Sumenep menargetkan kawasan yang dipilih sebagai percontohan nantinya dapat menunjukkan perubahan nyata, sehingga penanganan kawasan kumuh tidak berhenti pada pendataan, tetapi menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tertata dan nyaman bagi warga.
Kepala Disperkimhub Kabupaten Sumenep juga menegaskan bahwa keberhasilan penataan kawasan tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting, terutama dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan setelah penataan dilakukan.
“Kami berharap masyarakat dapat membantu dan berkolaborasi, karena bukan hanya sisi pemerintah, tapi masyarakat harus terlibat. Kita harus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat bagaimana bisa menjadikan kawasan itu asri,” pungkasnya.









Komentar