BPBD Sumenep Berikan Bantuan Peket Sembako dan Alat Prokes Kepada Warga Nambakor Terdampak Banjir

Pemerintahan2 Dilihat

Sumenep, Bongkar86.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura Jawa Timur, berikan bantu paket sembako dan alat protokol kesehatan (Prokes) kepada warga tertimpah bencana banjir di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi. Jumat 08/1/2021

Bantuan tersebut berupa sembako dan makanan kaleng berupa lauk pauk yang terdapat tiga macam lauk, yaitu rendang, bandeng dan kari ayam.

Sementara Kepala BPBD Sumenep Dr. R. ABD. Rahman Riadi, SE, MM menyampaikan Bantuan Sosial (Bansos) dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sumenep ini untuk warga Desa Nambakor yang tertimpah bencana Banjir dan merupakan hal yang sangat di harapkan oleh warga setempat.

Bahkan, pada saat ini kita berada di situasi pendemi Covid-19, disamping kita memberikan paket sembako, kami memberikan bantuan berupa Masker dan Handsanitizer untuk masyarakat sekitar.

Menurut Rahman, sedangkan paket sembako yang diberikan kepada warag berupa makanan tambahan gizi seperti makanan kaleng berupa lauk pauk yang terdapat tiga macam lauk, yaitu rendang, bandeng dan kari ayam.

Lanjut Rahman, Karena pada situasi ini warga terdampak banjir tidak akan sempat memasak dan pergi ke pasar, jadi bantuan ini sangat pas untuk di berikan dan lauk tersebut hanya butuh di panaskan saja.

Rahman berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban mereka dan digunakan oleh masyarakat sebaik mungkin.

Sejauh ini untuk kondisi sekitar banjir Alhamdulillah telah menyusut. Karena kemarin air yang tergenang akhirnya sekarang telah berkurang, dan masyarakat banyak melakukan pembersihan.

Mudah-mudahan mereka tidak ada yang terjangkit penyakit akibat bencana banjir ini. Bahkan pada bencana banjir ini tidak ada kerugian dan tidak ada kerusakan.

Rahman menambahkan, untuk penjegahan banjir kedepannya kami juga akan melibatkan sumber daya air karena untuk daerah Nambakor, daerah Patian, Babbalan termasuk kapasitas daerah rendah. Jadi perlu adanya normalisasi sungai, baik sungai kali Saroka maupun Kalianget.

Sehingga, kata Rahman dengan adanya normalisasi sungai dapat menampung debit air lebih besar. Kita juga perlu mesin pompa yang akan bekerja sama dengan PT. Garam kalianget nantinya yang bisa memanfaatkan perusahaan mereka sebagai daerah limbasan air. Jadi air akan di pompa dan dialirkan ke PT.Garam.(Reka/Rest)

Komentar