Berbagi Di Bulan Ramadan, Dinas Koperasi Sumenep Santuni 300 Anak Yatim, Kadis Sustono: Melalui Doa Anak Yatim Menggerakkan Ekonomi Sumenep

Pemerintahan27 Dilihat

Sumenep, Bongkar86.com – Berbagi dibulan suci ramadan 1442 H/2021M yang penuh berkah, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, santuni anak yatim.

Pembagian santunan tersebut dilaksanakan di Kantor Dinas Keperasi Kabupaten Sumenep yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH. MH didampingi Kepala Dinas Koperasi Drs. Ec. H. Sustono, MM dan bekerjasama dengan KPRI, KSBPS, Kades BS Nusantara dan Sidogiri. Sabtu (08/5/2021)

Kepala Dinas Koperasi Drs. Ec. H. Sustono, MM menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim piatu khususnya Kabupaten sumenep di tahun 2021, kurang lebih ada tiga ratusan yang disalurkan berupa material.

“Kegiatan ini semata-mata untuk mencoba mensyiarkan islam sehingga menumbuhkan rasa empati kita pada sesama umat dan khususnya kepada anak yatim piatu.

Menurut Sustono, pihaknya percaya bahwa melalui doa dibulan suci Ramdan ini, yang didorong oleh anak yatim piatu, insya Allah janji Allah itu pasti,.

“Apa yang menjadi harapan pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep khususnya kepada bapak bupati agar diberi kesehatan kemudian kekuatan dalam melayani seluruh masyarakat sumenep.

Lanjut Sustonk, santunan ini tidak hanya diwilayah daratan saja. Namun di wilayah Kepulauan juga dilaksanakan melalui Forkopimka yang ada di Kepulauan.

Dengan melalui kegiatan ini, kami mencoba ada kepedulian sesama insan selaku koperasi di Kabupaten Sumenep, dan untuk bisa membantu kepada anak yatim yang layak diberikan santunan.

Santunan yang diberika yakni dilakulan secara simbolis sebanyak 55 anak yatim oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH. MH

Sustono menambahkan, untuk pembagian selanjutnya nantinya akan dilaksanakan di wilayah kecamatan masing-masing yakni kalianget, kecamatan bluto, kecamatan lenteng, kecamatan guluk-guluk, kecamatan batang-batang, dan kecamatan pasongsongan.

“Artinya gerakan inilah gerakan dari empati yang melibatkan pelaku koperasi, khususnya koperasi pegawai indonesia, koperasi KSBPS, koperasi karyawan, dan koperasi kamu wanita, sehingga kita saling baut membaut antara pelaku koperasi.

Sustono berharap melalui gerakan koperasi yang ada di Kabupaten Sumenep ini menjadikan salah satu kekuatan dimasa pandemi untuk bisa menggerakan ekonomi rakyat, karena di koperasi itu ada banyak peserta yang kemudian menjadi pelaku usaha mikro kecil.

“Inilah bagian dari upaya pemerintah Kabupaten sumenep, untuk segera bangkit dan barangkali mungkin melalui doa-doa dari anak yatim piatu yang bisa menggerakan seluruh kegiatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sumenep. Bahwa apa yang menjadi simbol bahwa bismillah melayani pemerintah Kabupaten Sumenep ini akan terwujud melalui visi maupun misinya.(eko/istiq/rest)

Komentar