Tolak Tambang Fosfat, AMS Minta Kepala Bappeda Dicopot Dari Jabatannya, Tidak Berpihak Kepada Rakyat

Infrastruktur53 Dilihat

Sumenep, Bongkar86.com – Hampir ratusan Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) melakukan demo untuk menolak tambang fosfat di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dan meminta Kepala Bappeda dicopot dari jabatannya. Selasa 09/3/2021

Para pendemo membawa spanduk besar bertuliskan “Tolak Tambang Fosfat, Copot Kepala Bappeda, Stop Eksploitasi Tanah”. Saat menggelar aksinya di depan kantor Bappeda,

Selain itu korlap aksi Sutrisno menyampaikan orasinya dengan berteriak “copot kepala Bappeda Sumenep sebab dia tidak berpihak pada rakyat dan hanya menjadi kepanjangan dari oligarki”.

Bahkan, kata Sutrisno, Bappeda Sumenep tidak berpihak pada rakyat dan hanya menjadi kepanjangan dari oligarki.

Selain itu, Kepala Bappeda Sumenep telah mengupayakan perubahan RT/RW, dimana hal tersebut dapat melegalkan pertambangan fosfat di Kabupaten Sumenep.

Sebelumnya, dalam rencana perubahan RT/RW Sumenep yang baru, titik fosfat hanya delapan kecamatan, namun ditambah lagi menjadi 17 Kecamatan.

Hal ini menjadi bukti kebijakan yang akan mengusir rakyat Sumenep dari tanahnya. Jika pertambangan fosfat dilakukan, petani pasti akan terancam. Kerusakan lingkungan pasti terjadi, dan belum lagi ancaman bencananya.

Sutrisno menegaskan dalam orasinya bahwa selain merusak lingkungan juga penghapusan pasal 40 ayat (2) tentang pertambangan dalam RT/RW tersebut. Karena pasal tersebut bertentangan dengan pasal lainnya yakni pasal 32 tentang kawasan lindung geologi.

Sedangkan pasal 40 ayat (2) itu harus dihapus, bukan malah ditambah menjadi 17 kecamatan. Apalagi hingga saat ini aturan terkait pengelolaan limbah pertambangan fosfat belum jelas.

Hingga berita ini dipublis aksi demontrasi di depan kantor Bappeda Sumenep masih berlangsung.(apo/rest)

Komentar