Tinjau Smart Farming di Kasengan, Bupati Fauzi Wongsojudo: Dorong Peran Petani Milenial

Infrastruktur1202 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com — Kabupaten ujung timur Pulau Madura, Sumenep yang dikenal dengan Kota Keris kembali mencatatkan langkah penting dalam peta transformasi pertanian nasional. Salah satunya kawasan smart farming hortikultura di Desa Kasengan, Kecamatan Manding dengan budidaya melon menggunakan metode Machida teknologi pertanian modern asal Jepang

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H didamping Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid meninjau langsung kawasan smart farming hortikultura di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Senin (19/1/2026) pagi

“Ini masa depan pertanian berbasis teknologi di Kabupaten Sumenep, Metode Machida memungkinkan satu batang tanaman melon menghasilkan 20 hingga 30 buah, sebuah lompatan produktivitas yang dinilai mampu mengubah wajah pertanian konvensional.

Di dalam green house, Bupati meninjau detail teknis mulai dari sistem tanam, manajemen nutrisi, hingga perawatan tanaman. Ia juga ikut memanen dan mencicipi langsung hasil panen melon tersebut.

“Ini bukan sekadar panen melon, tetapi panen harapan bagi masa depan pertanian Sumenep. Kualitasnya sangat baik teksturnya renyah, manisnya pas, dan memiliki standar yang bisa bersaing di pasar modern,” kata Bupati Fauzi disela-sela kegiatan.

Menurutnya, keunggulan metode Machida tidak hanya terletak pada jumlah hasil, tetapi juga pada efisiensi lahan dan konsistensi kualitas, yang selama ini menjadi tantangan utama petani.

“Kalau metode seperti ini diterapkan secara serius dan masif, pertanian kita tidak lagi bergantung pada cara lama. Ini adalah model pertanian presisi yang menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati Fauzi menegaskan bahwa Desa Kaseangan, khususnya Dusun Oro, harus diproyeksikan sebagai laboratorium hidup smart farming dan pusat pembelajaran bagi generasi muda.

“Saya ingin kawasan ini menjadi pusat pelatihan smart farming bagi anak-anak muda. Lahan tidak produktif harus kita ubah menjadi ruang belajar, ruang usaha, dan ruang masa depan bagi milenial desa,” harap Bupati Fauzi.

Sementara itu, Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, menilai penerapan metode Machida di Sumenep sebagai contoh konkret modernisasi pertanian berbasis teknologi.

“Metode Machida menekankan efisiensi produksi, kualitas hasil, dan pengendalian yang presisi. Ini adalah wajah baru pertanian Indonesia yang sedang kita dorong,” ungkap Dewo.

Pihaknya menambahkan, keberanian petani milenial seperti Khalik menjadi faktor kunci dalam keberhasilan transformasi sektor pertanian.

“Keterlibatan generasi muda adalah modal strategis. Mereka lebih adaptif terhadap teknologi, dan ini membuka peluang besar bagi pertanian yang berkelanjutan serta bernilai ekonomi tinggi,” tandasnya.

Kunjungan Bupati Sumenep tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjadikan smart farming sebagai arah kebijakan pembangunan pertanian bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata dari desa untuk Indonesia.(Apo)

Komentar