SUMENEP, Bongkar86.com – Warga di dua Kecamatan, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau 2026. Hal itu ditegaskan langsung oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Kadir. Rabu 12/8/2026
Dari dua Kecamatan tersebut diantaranya Desa Montorna, Prancak, Kecamatan Pasongsongan dan Desa Kombang, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Kadir menyampaikan bahwa kemarau tahun ini, memang benar benar masuk fase kritis
“Kondisi kekeringan membuat warga membutuhkan bantuan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ” tuturnya
Menurutnya, warga di dua kecamatan saat ini membutuhkan dropping air bersih karena sumber air warga mulai sulit,” ujarnya.
Bahkan, kata Kadir, BPBD Sumenep sudah terus dropping air kepada warga yang terdampak kekeringan dilakukan sejak 19 Juli 2026. BPBD mendistribusikan sekitar 6.000 liter air dalam setiap kali dropping.
“Sejak 19 Juli kami setiap hari melakukan dropping air bersih, sekali dropping 6.000 liter,” kata Abd. Kadir. Air tersebut digunakan warga untuk kebutuhan mandi, mencuci dan memasak.
Abd. Kadir menjelaskan, Montorna menjadi salah satu titik kering kritis yang telah dimitigasi BPBD Sumenep. Selain Montorna, dropping air juga dilakukan ke wilayah Prancak dan Talango.
Selain itu, kondisi tersebut dipengaruhi sumber air warga yang berasal dari sumur tadah hujan. Saat memasuki musim kemarau, sumur tersebut langsung mengalami kekurangan air sehingga kebutuhan masyarakat sulit terpenuhi.
Untuk solusi jangka panjang, BPBD mendorong pengeboran sumber air. Abd. Kadir mencontohkan kawasan Badur yang sebelumnya masuk wilayah kering kritis, namun kini tidak lagi mengalami kekeringan setelah dilakukan pengeboran hingga kedalaman sekitar 100 meter.
Sementara di Montorna, upaya pengeboran sebelumnya telah dilakukan hingga kedalaman sekitar 120 meter. Namun, sumber air belum ditemukan sehingga diperlukan pengeboran lebih dalam untuk mendapatkan sumber air.
BPBD mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Warga yang membutuhkan bantuan dropping air bersih dapat melapor melalui call center 112 untuk ditindaklanjuti petugas.(Ucik/Yet)













Komentar