RSUD Moh Anwar Sumenep Perkuat Layanan Pasien melalui Sistem Digital Terintegrasi

Infrastruktur3598 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com — RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Jawa Timur, memperkuat transformasi digital layanan kesehatan melalui penerapan Sistem Rumah Sakit Online yang terintegrasi dengan kebutuhan pendataan dan pemantauan informasi rumah sakit oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk meningkatkan tata kelola data sekaligus memperkuat kapasitasnya sebagai salah satu rumah sakit rujukan.

Sistem Rumah Sakit Online tidak sekadar menggantikan pencatatan manual dengan platform digital. Sistem tersebut dirancang untuk menyajikan informasi pelayanan secara lebih cepat, terukur, terstruktur, dan diperbarui secara berkala.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes., mengatakan sistem tersebut mempermudah pengelolaan berbagai informasi penting yang berkaitan dengan kondisi rumah sakit.

“Melalui sistem rumah sakit online ini akan mampu mempermudah berbagai informasi seluruh rumah sakit di manapun, dengan sistem yang secara otomatis diperbarui,” kata Erliyati, Minggu 30/8/2026

Informasi yang dihimpun melalui sistem tersebut mencakup sejumlah data penting, mulai dari profil rumah sakit, layanan poliklinik, jumlah pasien, ketersediaan tenaga kesehatan, hingga jenis penyakit yang ditangani.

“Data semua tercatat dengan baik, mulai dari profil, poliklinik, jumlah pasien, ketersediaan tenaga kesehatan sampai penyakit yang ditangani,” ujarnya.

Menurut Erliyati, ketersediaan data yang terstruktur menjadi kebutuhan penting dalam pengelolaan rumah sakit. Perubahan jumlah pasien, jenis pelayanan, hingga kebutuhan tenaga kesehatan berlangsung setiap hari sehingga membutuhkan sistem pencatatan yang mampu mengikuti dinamika tersebut.

Melalui digitalisasi, pembaruan informasi pelayanan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pencatatan manual. Data dapat diperbarui secara berkala sehingga kondisi pelayanan rumah sakit dapat dipantau berdasarkan informasi yang lebih mutakhir.

Ketersediaan data tersebut juga memungkinkan rumah sakit melakukan evaluasi secara lebih cepat. Data mengenai jumlah pasien, layanan, tenaga kesehatan, dan pola penyakit dapat digunakan untuk memetakan kebutuhan pelayanan sekaligus sumber daya.

Erliyati menegaskan, digitalisasi tidak seharusnya berhenti pada pemenuhan kebutuhan administrasi. Menurut dia, data yang akurat harus dapat digunakan sebagai dasar dalam memperbaiki tata kelola dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Data yang ada harus bisa menjadi dasar untuk melihat kondisi pelayanan dan kebutuhan rumah sakit, sehingga perencanaan maupun evaluasi dapat dilakukan dengan lebih tepat,” katanya.

Dengan sistem tersebut, rumah sakit memiliki basis data yang dapat mendukung pengambilan keputusan secara lebih terukur. Informasi yang tersedia juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Penerapan Sistem Rumah Sakit Online sekaligus menunjukkan upaya RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengikuti perkembangan transformasi digital sektor kesehatan. Digitalisasi diharapkan mampu menciptakan pengelolaan informasi yang lebih efektif dan responsif.

Bagi masyarakat, penguatan sistem informasi tersebut diharapkan berujung pada peningkatan kualitas pelayanan. Data yang lebih tertata dapat membantu rumah sakit memahami kebutuhan pasien dan menyesuaikan pelayanan dengan perkembangan kondisi kesehatan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Sumenep.(Apo)

Komentar