Pemkab Sumenep Tanda Tangani MoU dengan UIN Maliki Malang, Dukung Program Pembangunan Daerah

Infrastruktur1075 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Kantor Bupati Sumenep, Kamis (4/6/2026).

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, peningkatan layanan kesehatan, pengembangan riset, serta pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., bersama Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep serta jajaran pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H., diwakili Staf Ahli Joko Satrio mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.

“Pemkab Sumenep menyambut baik kerja sama ini. Kami berharap kolaborasi yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia,” kata Joko Satrio.

Menurut dia, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki karakteristik yang sejalan dengan kondisi sosial masyarakat Sumenep yang mayoritas berlatar belakang pendidikan pesantren.

“UIN Malang memiliki keunggulan karena mampu memadukan tradisi pesantren dengan pendidikan tinggi. Karakteristik ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Sumenep sehingga menjadi modal penting dalam membangun kerja sama yang produktif,” ujarnya.

Selain sektor pendidikan, Pemkab Sumenep juga berharap kemitraan tersebut dapat mendukung penguatan sektor kesehatan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga medis di daerah.

Karena itu, salah satu fokus kerja sama yang akan dikembangkan adalah kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

“Kami berharap kerja sama ini dapat membuka peluang kemitraan bagi mahasiswa kedokteran, termasuk penempatan peserta koas di fasilitas kesehatan daerah. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat,” harap Joko Satrio.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Alqaf, menyebut kerja sama dengan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan potensi daerah.

Menurutnya, Kabupaten Sumenep memiliki karakteristik wilayah yang unik sebagai daerah kepulauan dengan 119 pulau serta sejumlah infrastruktur strategis yang terus berkembang.

Potensi tersebut dinilai memerlukan dukungan riset, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia agar dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap pembangunan daerah.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU, Bupati Sumenep menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera menyusun program kerja bersama dengan unit-unit di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi afirmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, penempatan mahasiswa koas di RSUD Moh. Anwar Sumenep, program bantuan beasiswa melalui Dinas Sosial, serta pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.(Apo)

Komentar