Pemkab Sumenep Gelar Festival Musik Tong-tong 2026, Bupati Fauzi Dorong Seniman Tong-tong Kembangkan Kreativitas

Sosial Budaya391 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Pelaksanaan Festival Musik Tong-tong yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, menjadi ajang budaya berskala nasional untuk melestarikan kesenian tradisional, sekaligus mendorong seniman mengembangkan kreativitas melalui aransemen musik.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, festival musik tong-tong yang digelar setiap tahun, tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi menjadi ruang para seniman untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi dalam mengolah musik tradisional.

“Para seniman musik tong-tong agar meningkatkan kreativitas dalam setiap penampilan, melalui aransemen musik yang inovatif, menarik, dan tetap mempertahankan karakter khas musik tong-tong sebagai warisan budaya daerah,” kata Bupati. Sabtu (05/09/2026).

Para seniman harus berkreativitas dalam aransemen, karena sangat penting untuk menjaga eksistensi musik tong-tong sebagai warisan budaya tak benda Kabupaten Sumenep, sehingga membutuhkan inovasi agar kesenian tradisional ini tetap hidup, berkembang, dan mampu menarik minat generasi muda.

“Pelaku musik tong-tong berkreativitas dalam aransemen menjadi bagian penting agar masyarakat semakin meminati musik tong-tong, khususnya generasi muda,” terangnya.

Pihaknya menilai perpaduan ritme, pola tabuhan, kekompakan pemain, serta pengembangan komposisi bisa menciptakan penampilan lebih dinamis dan memiliki daya tarik yang tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi mampu berkembang mengikuti zaman.

Hanya saja, kata Bupati, meskipun seniman melakukan kreativitas mengarasemen musik hendaknya inovasi yang dilakukan tidak menghilangkan identitas asli musik tong-tong, dengan berpijak pada nilai-nilai tradisi supaya perkembangan musiknya tetap menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya.

“Seniman tong-tong berinovasi dan mengembangkan kualitas aransemen musiknya, jangan sampai kehilangan jati diri musik tong-tong, namun kreativitasnya harus menjadi kekuatan untuk membuat budaya WBTB Sumenep semakin terkenal,” tegasnya.

Sementara Festival Musik Tong-tong se-Madura 2026 diikuti oleh 27 peserta atau kelompok musik tong-tong dari empat Kabupaten di Pulau Madura, yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama keluarga besar FKPPI Cabang 1327 Sumenep, Sabtu (05/09/2026).

Ia mengharapkan, seniman tong-tong meningkatkan kualitas pertunjukan musiknya sebagai langkah nyata, agar musik tong-tong tidak hanya mampu bertahan sebagai warisan budaya, tetapi berkembang menjadi karya seni yang memiliki daya saing dan mampu menarik perhatian masyarakat luas.

“Para seniman menjadikan setiap festival sebagai ruang untuk berkreasi dan melahirkan aransemen serta pertunjukan yang semakin berkualitas,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. ( Tim/Red)

Komentar