Peduli Kaum Fakir Miskin se Madura Raya, Said Abdullah: Keluarkan Zakat Mal 175 Ribu Paket Sembako dan Uang Tunai

Sosial Budaya42 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Giat berbagi di bulan ramadhan itu menjadi sebuah keharusan bagi umat muslim bagi para dermawan dan juga para konglomerat di dunia dan di tanah air Indonesia tercinta kita. Begitu juga dengan uluran tangan yang tulus, Said Abdullah bersama para pengurus cabang PDI Perjuangan se Madura untuk berbagi rezeki berupa Sembako 175 ribu paket dan uang tunai kepada kaum fakir miskin se Madura raya.

Disisi lain, sebuah akun anonim @PartaiSocmed yang telah membuat framing terkesima dengan giat tersebut diatas, yang mana dalam akun anonim tersebut menyudutkan Said Abdullah , seolah olah yang bersangkutan melakukan money politic.

Bantuan 175 ribu paket Sembako ini jelas masih kurang jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah rumah tangga miskin se Madura.

Pada kesempatan ini saya juga perlu menjelaskan ke media massa, seperti di framing oleh sebuah akun anonim di media sosial, kami membagikan uang ke warga Madura.

Saya bersama para pengurus cabang PDI Perjuangan se Madura memang rutin membagikan Sembako dan uang kepada warga fakir miskin.

Uang itu saya niatkan sebagai zakat mal dan hal itu rutin saya lakukan setiap tahun sejak 2006 lalu.

“Bahkan jika ada rezeki berlebih, malah ingin rasanya kami berzakat lebih banyak menjangkau kaum fakir miskin” terang Said.

Framing yang dinarasikan oleh @PartaiSocmed langsung diserbu oleh netizen, terutama yang berasal dari Madura.

Banyak diantara mereka yang menjelaskan dan membela bahwa pembagian zakat mal tersebut di Masjid Abdullah Sychan Baghraf, masjid yang didirikan secara gotong royong oleh Said Abdullah

Jadi kalau itu dikesankan money politic tentu salah alamat

Saya perlu sampaikan seterang terangnya, setiap reses saya menerima uang reses selaku anggota DPR.

Uang itu saya bagikan sepenuhnya ke rakyat dalam bentuk bantuan Sembako, dan itu bagian dari akuntabilitas publik yang harus saya lakukan, sehingga saya kabarkan ke media juga.

Diluar itu saya ini muslim, saya diwajibkan untuk zakat. Maka saya menunaikan zakat itu bersama para kader PDI Perjuangan se Madura dan sekaligus mengajak para Kepala Desa yang pasti tahu sentra kemiskinan ekstrim warganya.

Kenapa ada logo PDI Perjuangan, sebab sebagian kader bergotong royong, dan itu juga diniatkan zakat mal. Kegiatan ini dibarengkan dengan pembagian Sembako diatas dan kegiatan ini kami lakukan diluar masa kampanye yang diatur oleh KPU.

“Jadi jangan digiring ke arah sana. Saya sangat paham apa yang harus kami patuhi sebagai caleg di masa kampanye. Jangankan masa kampanye, caleg saja saat ini belum ditetapkan oleh KPU’, imbuh Said dengan tegas.

Atas kelakuan akun anonim tersebut, yang menggiring seolah kegiatan yang kami lakukan melanggar hukum, kami akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap akun yang tidak bertanggung jawab, bersembunyi dibalik anonimitas, tetapi melempar kotoran kepada orang lain.

“Ini bulan puasa, harusnya saling memberi berkah kepada sesama bukan menebar fitnah, tutup Said.(apo)

Komentar