Lestarikan Fauna Khas Sumenep, Ratusan Ayam Bekisar Meriahkan Bupati Cup 2026

Berita2053 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Ratusan ayam bekisar dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Lomba Seni Suara Ayam Bekisar 2026 tingkat nasional, untuk menunjukkan kualitas suara serta keunggulan ayamnya.

Para penggemar dan penghobi ayam bekisar dari berbagai daerah ambil bagian dalam kompetisi untuk memperebutkan piala Bupati Sumenep menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap seni suara ayam bekisar.

“Pemerintah daerah bersama KEMARI Cabang Sumenep mengadakan lomba ini untuk menggairahkan masyarakat dalam melestarikan salah satu hewan khas Kabupaten Sumenep,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo , Minggu (25/10/2026).

Lomba ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi para penghobi, tetapi menjadi sarana untuk menjaga keberadaan ayam bekisar sebagai salah satu kekayaan hayati yang memiliki nilai khas bagi Kabupaten Sumenep.

“Berbagai pihak harus terlibat dalam melestarikan ayam bekisar, termasuk komunitas penghobi, supaya mampu menumbuhkan kecintaan terhadap ayam bekisar di masyarakat,” terangnya.

Ayam bekisar merupakan salah satu hewan yang berasal dari Pulau Kangean Kabupaten Sumenep, bahkan menjadi fauna identitas Provinsi Jawa Timur. Karena itulah, sebagai daerah leluhur ayam itu perlu mengembangbiakkannya, supaya potensi dan keberadaannya tetap lestari dan terjaga sampai kapanpun.

Ayam bekisar adalah jenis ayam persilangan antara ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina yang memiliki suara kokok memikat dan bulunya yang indah.

“Ayam bekisar adalah hewan khas Kabupaten Sumenep, tetapi ayam ini sudah menyebar di Pulau Madura, bahkan meluas ke berbagai daerah di Nusantara,” jelasnya.

Pelaksanaan Lomba Seni Suara Ayam Bekisar 2026, di halaman Kantor Bupati Sumenep, Minggu (25/10/2026) .

Sementara Ketua Keluarga Penggemar Ayam Bekisar Indonesia (KEMARI) Cabang Kabupaten Sumenep, Akhmad Zainur Rahman mengatakan, peserta Lomba Seni Suara Ayam Bekisar Bupati Cup tahun ini dari berbagai daerah di Indonsia, seperti Tanggerang, Ciligon, Bogor, Yogyakarta, Trenggalek, Madiun, Malang, Bondowoso, Surabaya, Malang, Bali dan empat Kabupaten di Madura.

“Sebanyak 372 ayam bekisar mengikuti perlombaan pada kategori kelas utama, kelas madya, kelas pratama, kelas gacoran, dan best performance,” pungkasnya. ( Iad, Apo )

Komentar