Atasi Kekeringan Sampang, Wabup Dorong Sinergi SKK Migas dan KKKS Bangun Infrastruktur Air Berkelanjutan

Berita862 Dilihat

SAMPANG, Bongkar86.com – Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz melepas bantuan air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan di Pendopo Trunojoyo, Kamis (8/10/2026).

Bantuan air bersih tersebut merupakan bagian dari Program Satu Juta Liter Air Bersih yang diinisiasi oleh Forum Sampang Sehat (FSS), dilaksanakan atas kolaborasi dengan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jabanusa, meliputi Medco Energi, Searah, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), dan Petronas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang A. Faisol Ansori, Kepala Bappelitbangda, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Plt. Kepala Satpol PP serta Kepala BPBD Kabupaten Sampang.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan, menyampaikan bahwa kehadiran SKK Migas dan KKKS di Kabupaten Sampang tidak hanya terbatas pada aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas, tetapi juga beriringan dengan komitmen sosial kepada masyarakat.

“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian SKK Migas dan KKKS dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kami sangat berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses air bersih,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz mengungkapkan bahwa krisis air bersih menjadi tantangan serius bagi Kabupaten Sampang. Dari total 14 kecamatan, sebanyak 7 kecamatan atau 50 persen wilayah secara resmi terdata mengalami kekeringan, dengan potensi jumlah riil di lapangan yang diperkirakan lebih besar.

Wabup menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FSS, SKK Migas Jabanusa, serta para mitra KKKS atas penyaluran air bersih yang dinilai sangat penting sebagai langkah darurat jangka pendek guna meringankan beban warga terdampak krisis air.

Kendati demikian, Wabup menekankan pentingnya perumusan solusi jangka panjang demi menciptakan ketahanan masyarakat terhadap bencana kekeringan yang berulang setiap tahun.

“Pemerintah daerah mendorong adanya sinergi lanjutan bersama industri hulu migas untuk membangun infrastruktur air yang berkelanjutan, seperti pembangunan embung, tandon komunal, perlindungan sumber mata air dan daerah resapan, pemanenan air hujan, hingga penguatan penyediaan air bersih berbasis desa,” harapnya.

Komentar