Kunjungi Madura, Menteri Koperasi Soroti Penguatan Pengusaha Tembakau Lokal, KITMAS Jadi Tumpuan Baru di Pamekasan

Infrastruktur1241 Dilihat

PAMEKASAN, Bongkar86.com — Kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan pengusaha tembakau lokal mengemuka dalam kunjungan Ferry Juliantono ke Pamekasan, Sabtu (21/2/2026).

Kunjungan Menteri Koperasi ini dalam agenda pengukuhan pengurus Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera (KITMAS) di Graha Bawang Mas, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pentingnya memperkuat peran pelaku usaha lokal dalam ekosistem tembakau Madura.

“Tembakau Madura memiliki potensi besar, namun pengusaha lokal kerap menghadapi tantangan dalam akses distribusi, permodalan, hingga kebijakan fiskal, ” tutur Ferry

Karena itu, menurut Ferry, pemerintah membuka ruang pembahasan kemungkinan skema cukai khusus agar daya saing produk tembakau Madura semakin kuat.

“Kami melihat potensi besar tembakau Madura. Jika memang dibutuhkan skema khusus untuk melindungi dan memperkuat pelaku usaha lokal, tentu akan kami bicarakan lebih lanjut dengan Menteri Keuangan,” ujarnya.

Ia menekankan, keberadaan KITMAS bukan sekadar wadah petani, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat posisi pengusaha lokal agar tidak selalu bergantung pada industri besar.

“Pemerintah ingin ekosistemnya adil. Dari hulu sampai hilir harus saling menguatkan. Petani terlindungi, pengusaha lokal juga mendapatkan ruang tumbuh yang sehat,” kata Ferry.

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyambut langkah tersebut sebagai bentuk perhatian nyata terhadap ekonomi kerakyatan. Ia menyebut, penguatan koperasi menjadi strategi daerah dalam menopang pelaku usaha tembakau lokal agar memiliki daya tawar lebih baik.

“Pemkab Pamekasan berkomitmen memperkuat kelembagaan koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat. Kami ingin pengusaha lokal tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi pemain utama dalam distribusi dan pemasaran tembakau Madura,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini terus berproses merupakan bagian dari upaya membangun jaringan ekonomi dari tingkat desa hingga koperasi induk.

“Jika koperasi desa terhubung kuat dengan KITMAS, maka pengusaha lokal bisa lebih mudah mengakses pasokan, pembiayaan, dan pasar. Keuntungan pun berputar di daerah,” tambahnya.

Tokoh pengusaha lokal, Haji Her, menyampaikan harapan besar agar pemerintah benar-benar memberi dukungan konkret, terutama dari sisi permodalan dan regulasi.

“Kami berharap koperasi induk ini mendapat dukungan modal yang cukup sehingga mampu menyerap tembakau petani secara langsung. Kalau pengusaha lokal diberi ruang dan kepastian, kami siap bersaing secara sehat,” katanya.

Menurut dia, sinergi antara pemerintah, koperasi, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci agar tembakau Madura tidak hanya dikenal sebagai komoditas unggulan, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya jadi penonton di daerah sendiri. Dengan dukungan kebijakan dan sistem yang berpihak, pengusaha lokal bisa menjadi tulang punggung ekonomi tembakau Madura,” tandasnya.

Pengukuhan pengurus KITMAS turut dihadiri Wakil Bupati Pamekasan, Ketua KITMAS, serta sejumlah tokoh daerah. Pemerintah berharap langkah ini menjadi awal penguatan tembakau Madura yang berpihak pada pengusaha dan ekonomi lokal.(Born/Lis/Apo)

Komentar