Kekeringan Meluas, BPBD Sumenep Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Kritis dan Langka

Berita1643 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com — Ancaman kekeringan akibat musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino masih membayangi sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Keterbatasan sumber air bersih memaksa sebagian masyarakat bergantung pada bantuan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep telah mengintensifkan penyaluran air bersih sejak September 2026. Distribusi diprioritaskan bagi desa-desa yang masuk kategori kekeringan kritis maupun mengalami kelangkaan air.

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Kamiluddin, mengatakan penyaluran air bersih merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air selama musim kemarau.

“Aksi pendistribusian air bersih, untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air, hal ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dengan taglinenya Bismillah Melayani,” kata Kamiluddin, Selasa (28/10/2026).

Menurut Kamil, sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan kritis di antaranya Desa Montornah dan Prancak di Kecamatan Pasongsongan, Desa Kombang dan Poteran di Kecamatan Talango, Desa Batuputih Daya di Kecamatan Batuputih, serta Desa Basoka di Kecamatan Rubaru. Sementara itu, wilayah Desa Gendang Barat di Pulau Sapudi tercatat mengalami kekeringan kategori langka.

Untuk mengatasi kendala tersebut, BPBD Sumenep mengerahkan armada perahu yang dilengkapi tandon dan jeriken berisi air bersih. Armada ini digunakan untuk mendukung distribusi ke sejumlah kawasan kepulauan, termasuk Sapudi, Raas, Kangean, dan Sapeken.

Kamiluddin mengimbau warga menggunakan air secara bijak, mengutamakan kebutuhan pokok, serta menjaga lingkungan agar kelestarian sumber air tetap terpelihara. Masyarakat juga diminta menghindari penebangan pohon secara liar yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan berdampak terhadap keberlangsungan sumber air.

Menurut Kamiluddin, penanganan kekeringan membutuhkan koordinasi berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak. Sinergi tersebut diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Komentar