IKRAR TALENTA Mulai Buktikan Investasi Harus Berdampak pada Tenaga Kerja Lokal

Berita2046 Dilihat

Bangkalan, Bongkar86.com – Masuknya investasi ke Kabupaten Bangkalan mulai diarahkan agar tidak hanya berdampak pada pertumbuhan industri, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Hal itu mulai diwujudkan melalui implementasi inovasi IKRAR TALENTA yang digagas Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan.

Implementasi perdana ditandai dengan launching IKRAR TALENTA sekaligus penandatanganan komitmen bersama CV Arbako Sinergi, industri hasil tembakau di Desa Pangeran Gedungan, Kecamatan Blega, Selasa (15/9/2026).

Perusahaan tersebut menjadi salah satu industri pionir dalam penerapan konsep yang menghubungkan kebutuhan industri dengan penyiapan tenaga kerja lokal.

Tak berhenti pada penandatanganan komitmen, Disperinaker langsung menguji penerapan program melalui pelatihan pelinting rokok bagi 30 calon tenaga kerja lokal.

Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi dari masyarakat Bangkalan yang telah dibekali kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.

Kepala Disperinaker Bangkalan Jemmi Tria Sukmana mengatakan, IKRAR TALENTA sengaja dirancang untuk mengubah pola hubungan antara pemerintah, industri dan masyarakat.

Pemerintah tidak lagi hanya menunggu industri membutuhkan tenaga kerja, tetapi berupaya membaca kebutuhan tersebut sejak awal dan menyiapkan calon pekerjanya.

“Hari ini kita tidak hanya melaunching sebuah inovasi, tetapi mulai menguji bagaimana sebuah komitmen antara pemerintah dan industri diterjemahkan menjadi aksi nyata. Pabrik Rokok CV Arbako Sinergi Utama di Desa Pangeran Gedungan, Blega menjadi industri pionir dalam implementasi IKRAR TALENTA, dan pelatihan pelinting rokok kepada 30 orang calon pekerja ini adalah salah satu bentuk nyata bahwa kebutuhan industri harus kita jawab dengan menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten,” ujar Jemmi.

Menurut Jemmi, keberadaan industri di Bangkalan harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, kebutuhan tenaga kerja perusahaan harus dipertemukan dengan potensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil industri.

Pendekatan tersebut didukung dengan pemanfaatan SIINas sebagai pintu masuk pengumpulan dan pemetaan data industri. Data mengenai profil perusahaan, kapasitas produksi, investasi, jumlah tenaga kerja, rencana pengembangan usaha hingga kebutuhan kompetensi akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan intervensi ketenagakerjaan.

Melalui konsep One Data Industry and Employment, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan industri sekaligus menyiapkan langkah yang lebih terarah, mulai dari identifikasi kebutuhan tenaga kerja, pelatihan berbasis kebutuhan perusahaan, penyiapan calon pekerja, fasilitasi penempatan hingga pembinaan hubungan industrial.

“Yang kita bangun adalah pola kerja baru. Ketika industri tumbuh, pemerintah harus hadir sejak awal untuk memastikan kebutuhan tenaga kerjanya dapat dipersiapkan. Sebaliknya, masyarakat lokal harus mendapatkan akses dan kesempatan untuk menjadi bagian dari pertumbuhan industri tersebut,” jelasnya.

Pelatihan pelinting rokok di CV Arbako Sinergi menjadi contoh awal bahwa komitmen penyerapan tenaga kerja lokal tidak berhenti pada dokumen kerja sama. Kebutuhan perusahaan langsung diterjemahkan menjadi program peningkatan keterampilan bagi calon pekerja yang berpotensi masuk ke dunia industri.

Jemmi menegaskan, keberhasilan IKRAR TALENTA nantinya akan diukur dari seberapa jauh program tersebut mampu mempertemukan investasi dengan kesempatan kerja nyata bagi masyarakat Bangkalan.

“Target akhirnya sederhana tetapi strategis: investasi masuk, industri tumbuh, tenaga kerja lokal kompeten, dan masyarakat Bangkalan mendapatkan manfaat langsung. Itulah nilai publik yang ingin kita hadirkan melalui IKRAR TALENTA,” tegasnya.

Dengan dimulainya implementasi bersama CV Arbako Sinergi, Disperinaker Bangkalan kini mulai menguji model baru dalam memastikan pertumbuhan industri berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Komentar