Ditpolairud Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Korban Kapal Virgo Trasport 8

Infrastruktur803 Dilihat

SURABAYA, Bongkar86.com – Musibah hilang kontaknya Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Kepolisian resmi membuka posko pengaduan bagi keluarga korban di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Ditpolairud Polda Jatim Kombes Arman Asmara mengatakan mengenai hilang kontaknya kapal penumpang yang bertolak dari Tanjung Perak ke Banjarmasin tersebut sudah di temukan dalam keadaan kapal terbalik dan mengapung di Laut Jawa sekarang masih proses evakuasi

” Evakuasi dari Tim SAR gabungan dari Banjarmasin dan Surabaya,helikopter SAR,KRI TNI AL,Polaidru dan di bantu kapal-kapal yang melintas di lokasi kejadian,” katanya. Senin (14/9/2026).

Arman menerangkan, sementara proses penyisiran dan evakuasi di laut dijalankan oleh tim SAR gabungan di Kalimantan Selatan. Saat ini di Pelabuhan Tanjung Perak, kami memfokuskan penanganan pada pelayanan keluarga penumpang.

Menurut Arman berdasarkan data yang pada PD TW 0913 0100 H Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak usai mengabarkan kondisi cuaca buruk di Laut Jawa. General Manager kapal lantas melapor ke Kantor SAR Banjarmasin untuk meminta bantuan pencarian pada koordinat 4°31’51.82″S 114° 2’6.88″E Heading 203.94°, berjarak 80 NM dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin.

“Koordinat yang saya sebutin tadi itu. Itu dari navigasi sini, navigasi sini yang plotting koordinat masuk di perairan Kalimantan Selatan,”jelasnya

Menurut penuturan Arman Kapal Virgo Trasport 8 hilang kontak pada minggu 13/9/2026 pukul 02.00 WITA dini hari,membawa 243 orang (termasuk penumpang dan 30 kru),

,”Untuk sementara 113 orang sudah di evakuasi,107 orang selamat,6 orang meninggal dunia,130 orang masih dalam pencarian,” terangnya

Mengenai penyebab pasti terputusnya komunikasi dengan kapal, pihak Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jatim menegaskan masih terus memantau perkembangan dari tim lapangan di Kalimantan selatan.

“Untuk penyebabnya kami masih dalami juga, saat ini masih kami prioritaskan kegiatan kemanusiaan, evakuasi. Data dan informasi kami juga masih menunggu dari tim di Kalimantan,”tegasnya

Komentar