PAMEKASAN, Bongkar86.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja terus berupaya mendukung peningkatan ekonomi pelaku usaha mikro selama bulan suci Ramadan 2026. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memfasilitasi Bazar Ramadan dan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) tanpa dipungut biaya sewa.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pamekasan, Achmad Sjaifudin, mengatakan bahwa pada Ramadan tahun ini pihaknya memfasilitasi paguyuban PKL dan UMKM melalui kolaborasi dengan pihak ketiga.
“Alhamdulillah, tahun 2026 ini dalam rangka menyambut bulan puasa dan Lebaran, kami memfasilitasi dua paguyuban PKL dan UMKM di kawasan Car Free Day,” ujarnya saat diwawancarai.
Untuk kawasan Car Free Day, Dinas Koperasi bekerja sama dengan Bank Jatim menggelar Bazar Ramadan dan Takjil di sepanjang Jalan Kemayoran Barurambat. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 45 pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner, mulai dari makanan berbuka puasa, minuman, hingga aneka camilan.
“Sebanyak 45 tenda kami siapkan secara gratis dari Bank Jatim, sehingga para PKL tidak lagi terbebani biaya sewa tempat maupun tenda. Mereka bisa fokus berjualan dan meningkatkan pendapatan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan Lebaran, Dinas Koperasi menggandeng PT Adira Finance guna memfasilitasi Bazar Ramadan khusus produk konveksi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 76 PKL yang menjual pakaian, sarung, mukena, mainan, alas kaki, hingga perlengkapan Lebaran lainnya. Dalam kesempatan itu, Adira juga menggelar pameran mobil dan sepeda motor bekas dengan layanan kredit di lokasi.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, Achmad Sjaifudin mengungkapkan adanya peningkatan omzet yang signifikan. Untuk PKL takjil di kawasan Car Free Day, rata-rata omzet harian mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta, dengan estimasi keuntungan sekitar 30 hingga 50 persen.
“Ini tentu sangat membantu para pelaku UMKM yang sebelumnya omzet harian hanya sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu, kini meningkat menjadi Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per hari, meski masih di awal Ramadan,” paparnya.
Ia menambahkan, penataan lapak UMKM telah dilakukan secara rapi dan teratur. Di kawasan Jalan Kemayoran, tenda-tenda disusun dengan baik, dilengkapi umbul-umbul dan gapura, sehingga menciptakan suasana Bazar Ramadan yang nyaman bagi masyarakat yang ingin ngabuburit sekaligus mencari menu berbuka puasa.
Terkait masih adanya PKL yang berjualan di luar area bazar, Achmad Sjaifudin berharap ke depan kegiatan serupa dapat direncanakan lebih matang. Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pihaknya harus berkolaborasi dengan pihak ketiga.
“Ke depan kami ingin lebih terencana, agar PKL bisa tertata rapi dan tidak semrawut. Kolaborasi antara pemerintah, pihak ketiga, dan PKL itu sendiri sangat penting,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha besar untuk turut mendukung UMKM lokal dengan berbelanja dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.
“Harapan kami, dengan penataan yang baik dan dukungan semua pihak, para PKL bisa meningkatkan kesejahteraan dan menyambut Lebaran dengan bahagia karena kebutuhan keluarganya tercukupi,” pungkasnya.(Roby/Irfan/Lilis)











Komentar