Bangkalan Perkuat Revitalisasi Sekolah, Anggaran Besar Diikuti Komitmen Jaga Mutu

Infrastruktur1411 Dilihat

BANGKALAN, Bongkar86.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Bangkalan mempercepat pembenahan sarana dan prasarana pendidikan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Alokasi anggaran untuk perbaikan dan rehabilitasi sekolah di Kabupaten Bangkalan meningkat signifikan dan disebut menjadi yang terbesar di Jawa Timur.

Dukungan tersebut tidak terlepas dari langkah aktif Pemkab Bangkalan dalam menyampaikan kondisi riil sarana pendidikan kepada pemerintah pusat. Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama jajaran secara intensif melakukan pemetaan kebutuhan sekaligus mempresentasikan kondisi sekolah yang membutuhkan penanganan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, menyambut positif usulan yang disampaikan Pemkab Bangkalan. Menurutnya, program revitalisasi dan rehabilitasi satuan pendidikan merupakan bagian dari perhatian pemerintah untuk memastikan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi peserta didik.

“Pemerintah pusat melalui kementerian menyambut baik dan merespons positif usulan yang dipresentasikan oleh Pak Bupati beserta jajaran. Program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah ini merupakan prioritas Presiden untuk memastikan seluruh fasilitas pendidikan di daerah aman, memadai, dan layak bagi anak-anak kita,” ujar Fajar.

Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan material dan komponen teknis bangunan dapat disesuaikan dengan standar teknis yang efisien, dengan tetap memperhatikan aspek kekuatan, ketahanan, keamanan, dan kenyamanan bangunan dalam jangka panjang.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, Pemkab Bangkalan terus melakukan pendataan dan pemutakhiran kondisi sekolah untuk memastikan intervensi pembangunan dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan di lapangan.

Jumlah lokasi yang masuk dalam usulan rehabilitasi bahkan terus bertambah dan mendekati 180 sekolah. Penanganannya diharapkan dapat menjangkau berbagai wilayah Bangkalan, baik kawasan timur, barat, utara maupun selatan.

“Kami berusaha selalu mengakses anggaran dengan kondisi-kondisi riil yang kita presentasikan di pusat, sehingga alhamdulillah direspons dengan baik. Kami juga terus mendata ulang tingkat kerusakan sekolah agar penanganannya tepat sasaran,” kata Bupati Lukman.

Menurutnya, besarnya dukungan anggaran tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab bersama agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, Pemkab Bangkalan tidak hanya fokus pada jumlah sekolah yang direhabilitasi, tetapi juga memperhatikan kualitas hasil pekerjaan. Standar material dan spesifikasi teknis menjadi bagian penting yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan pembangunan.

“Saya minta ada standarisasi. Misalkan pintu harus fabrikasi, kemudian bagian pelubangan/kusen menggunakan PVC. Itu sudah menjadi standar lokal kita yang harus ditaati semua pihak demi menjaga kualitas fisik bangunan,” tegasnya.

Selain persoalan teknis, Bupati juga menyoroti persoalan status lahan yang pada sejumlah lokasi dapat menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan. Pemkab Bangkalan akan terus melakukan langkah penyelesaian agar persoalan administrasi maupun status lahan tidak menghambat pelaksanaan program.

Dukungan terhadap program rehabilitasi sekolah juga disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Kabupaten Bangkalan, H. Suparman Rosyidi.

Ia mengapresiasi langkah Pemkab Bangkalan dalam memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk memperbaiki fasilitas pendidikan.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras Bapak Bupati Lukman Hakim yang berhasil membawa anggaran perbaikan sekolah terbesar se-Jatim ini. Kami berharap proses belajar mengajar di Bangkalan kelak bisa berjalan jauh lebih nyaman, aman, dan kondusif bagi para siswa maupun guru,” ujarnya.

Namun, menurut Suparman, besarnya anggaran yang tersedia harus dibarengi dengan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.

Ia mengimbau kontraktor dan penyedia jasa yang nantinya melaksanakan pekerjaan agar mengedepankan profesionalisme, integritas, serta kepatuhan terhadap spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Saya sebagai Ketua Asosiasi Konstruksi mengimbau dan sangat berharap agar dalam pelaksanaan pengerjaan pembangunan nantinya, seluruh pelaksana benar-benar bekerja secara profesional dan sesuai dengan spesifikasi teknis, persis seperti apa yang diharapkan oleh Bapak Bupati demi mewujudkan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan tahan lama di Kabupaten Bangkalan,” tegas Suparman.

Program rehabilitasi sekolah tersebut diharapkan tidak sekadar memperbaiki bangunan secara fisik. Lebih dari itu, pembangunan diarahkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pengawalan Pemkab Bangkalan, serta komitmen para pelaksana pembangunan terhadap mutu pekerjaan, rehabilitasi sekolah diharapkan menjadi bagian dari penguatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Bangkalan.

Komentar