Warga Keluhkan Petugas Bapenda Sumenep Obrak Abrik Pajak Kendaraan ke Pelosok Desa, Becak Motor di Kota Dibiarkan

Infrastruktur200 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Operasi Gabungan (Opgab) yang digelar UPT PPD Sumenep bersama Bapenda Sumenep, Satlantas Polres Sumenep, serta Jasa Raharja kembali menemukan puluhan pengendara yang abai membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Jumat 27/8/2025

Dalam kegiatan yang berlangsung di simpang tiga Lalangon,Selasa (26/08/2025). petugas mencatat sedikitnya 21 pengendara terjaring karena belum melunasi kewajiban pajak kendaraan.

Selain itu, sejumlah pengendara juga kedapatan tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK maupun SIM.

Namun, hal itu mendapatkan kritikan atau keluhan dari masyarakat setempat, sebab kegiatan yang dilakukan oleh petugas atau ASN Pemkab Sumenep yakni Bapenda dinilai keterlaluan dan tidak tegas

Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, S.H., M.H., menegaskan bahwa operasi gabungan ini bukan sekadar razia, melainkan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajak.

“Pajak kendaraan bermotor adalah sumber penting bagi pendapatan daerah. Melalui operasi ini, kami berharap masyarakat lebih tertib administrasi sekaligus mendukung pembangunan di Kabupaten Sumenep,” ujarnya

Samtiono menambahkan, pada hari pertama operasi yang digelar sebelumnya, pihaknya mencatat ada 13 wajib pajak yang belum membayar. Angka itu kemudian meningkat menjadi 21 wajib pajak pada hari kedua.

“Data ini menjadi catatan penting bahwa kesadaran sebagian masyarakat masih perlu ditingkatkan. Kami akan terus bersinergi dengan Satlantas dan Jasa Raharja untuk menertibkan administrasi kendaraan sekaligus memberikan edukasi kepada wajib pajak,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid P3EPD Bapenda Sumenep, Suhermanto, S.E., M.E., menilai kegiatan ini sangat efektif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat.

“Operasi ini dapat menjadi pemicu atau rangsangan agar wajib pajak lebih disiplin dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor. Kesadaran yang tumbuh dari masyarakat akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah,” terangnya.

Anehnya, Maimun salah warga setempat menyampaikan bahwa petugas dari pemkab itu menggelar operasi kepelosok desa, kenapa kok tidak di wilayah kota

“Semua kendaraan yang pajak kendaraan mati dihentikan, sedangkan becak motor yang berkeliaran di kota malah dibiarkan ini kan aneh dan lucu artinya petugas pilih kasih, ” keluhnya

Kalau memang itu aturan, ya semuanya harus ditindak, apalagi becak motor semuanya pajaknya mati” tegasnya.(Apo)

Komentar