Waduh!!! Ngajukan Kerjasama Publikasi Ratusan Juta Ditolak, Media Online Lokal Serang RSUD Sumenep dengan Berita Miring

Infrastruktur1937 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – beberapa bulan terakhir, diketahui salah satu media online lokal terus memberitakan hal-hal buruk yang tidak sesuai kenyataan terkait pelayanan yang disajikan atau diberikan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, kepada masyarakat khusunya pasien. Selasa 17/3/2026

Pemberitaan miring tersebut pun diduga lantaran pengajuan kerjasama (Advertorial) yang dilakukan salah satu media online lokal dengan RSUD Sumenep tidak di ACC, sebab pengajuannya terlalu besar yakni 3 kali lipat dari media Cetak dan TV.

Namun sangat disayangkan, narasumber berita pun tanpa data akurat dan hanya dugaan semata dan produk media tersebut pun diterbitkan tanpa perimbangan konfirmasi dari pihak RSUD Sumenep.

Tentu hal tersebut menyalahi kode Etik Jurnalistik sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers,karena menayangkan berita tanpa konfirmasi, tidak berimbang, dan hanya berdasarkan keterangan sepihak, padahal hal tersebut wajib dihindari oleh pers yang sehat.

Bahkan, sayangnya dalam isi beritanya pun sepihak tanpa ada keterangan dari pihak RSUD Sumenep.

Salah satu petugas RSUD yang namanya tidak mau disebut dimedia mengatakan bahwa dengan adanya berita-berita miring seperti itu kan pihak kami selaku karyawan Sumenep merasa dirugikan secara moril dan materil.

Bahkan, nama baik RSUD pun tercemar dan menjadi korban fitnah yang menyesatkan masyarakat, sehingga hubungan baik antara masyarakat sekitar dengan RSUD jadi terganggu.

Hubungan masyarakat khususnya pasien dengan pelayanan RSUD terganggu akibat berita berita miring ini bang, padahal pihak rumah sakit dengan kepemimpinan Dirut dr. Erliyati sudah banyak kemajuan baik pelayan kepada masyarakat maupun infrastruktur pembangunannya, bahkan terus melakukan perbaikan SDM dan manajemen untuk meningkatkan layanan, didukung oleh penerapan teknologi digital (SIMRS) dan rekam medis elektronik (RME). Langkah itu berhasil membawa rumah sakit meraih akreditasi paripurna bintang lima dan menjadi rumah sakit tipe B., ” pungkasnya.

Menurutnya, media itu menyerang dengan berita-berita miring pelayanan RSUD Sumenep diduga karena pengajuan kerjasamanya ditolak karena nominal yang diajukan terlalu tinggi kisaran kurang lebih ratusan juta. Padahal media online yang lain tidak segitu tetap menggunakan mekanisme aturan publikasi yang ditetapkan oleh Dinas Kominfo Sumenep. (Apo)

Komentar