SUMENEP, Bongkar86.com – BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong peningkatan inklusi keuangan di kalangan pelajar melalui gerakan menabung Simpanan Pelajar (SimPel). Upaya tersebut dilakukan dengan menghadirkan inovasi baru pada aplikasi BBS Sekolah yang kini dioptimalkan untuk mendukung kebiasaan menabung sejak dini.
Inovasi itu diperkenalkan dalam Seminar Optimalisasi Penggunaan BBS Sekolah bertema “Dari Uang Saku Menuju Sukses di Masa Depan” yang digelar di Hotel C1 Sumenep, Kamis (29/1).
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari transformasi digital yang dilakukan bank milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu. Melalui optimalisasi aplikasi BBS Sekolah, pelajar dapat menabung dengan lebih mudah dan terpantau.
“Program ini merupakan bagian dari inovasi dan transformasi digital BPRS Bhakti Sumekar untuk memudahkan akses layanan, termasuk bagi para pelajar,” ujar Hairil dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, konsep terbaru BBS Sekolah kini lebih fleksibel dengan menghadirkan sistem keagenan, yakni menjadikan pihak sekolah sebagai administrator. Dengan skema tersebut, pengelolaan tabungan pelajar dapat dilakukan secara terintegrasi antara sekolah dan pihak bank.
Program ini menyasar siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep. Sejak 2025, tercatat sekitar 20 sekolah telah mengimplementasikan program tersebut.
Pada 2026, BPRS Bhakti Sumekar menargetkan perluasan program ke tiga sekolah di setiap kecamatan. Secara keseluruhan, konsolidasi ditargetkan menjangkau 90 sekolah di Kabupaten Sumenep.
“Target konsolidasi tahun 2026 sebanyak 90 sekolah di seluruh Kabupaten Sumenep,” kata Hairil.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan komitmen BPRS Bhakti Sumekar sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif dan berbasis digital.
Selain melalui program BBS Sekolah, pihaknya juga secara rutin menggelar sosialisasi ke desa-desa, memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, serta mengembangkan platform digital yang mudah digunakan masyarakat.
“Semua ini dirancang agar masyarakat merasa aman dan percaya diri menggunakan layanan BPRS Bhakti Sumekar,” ujarnya.
Hairil menambahkan, strategi transformasi digital tersebut dinilai efektif memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah pelosok dan kepulauan di Kabupaten Sumenep yang sebelumnya sulit dijangkau lembaga keuangan konvensional.
Ia berharap, kehadiran inovasi digital tersebut tidak hanya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga mendorong masyarakat Sumenep agar mampu berperan aktif dalam ekosistem ekonomi digital.
“Kami ingin masyarakat Sumenep tidak hanya menjadi penonton dalam ekonomi digital, tetapi mampu menjadi pelaku utama,” kata Hairil.(Tim/Red)













Komentar