Tingkatkan Kesehatan Anak Usia Sekolah, Puskesmas Saronggi Gelar Skrining Kesehatan Jiwa dan Penyuluhan HIV Serta PHBS

Infrastruktur2501 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Puskesmas Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, melaksanakan kegiatan pelayanan Lintas Program (Skrening Kesehatan Jiwa dan penyuluhan HIV dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) di SMPN 1 Saronggi.

Tujuan dari kegiatan tersebut untuk menjaga kesehatan remaja secara menyeluruh (holistik) meliputi aspek mental, fisik, dan lingkungan agar mereka dapat tumbuh optimal tanpa hambatan kesehatan. Rabu 19/8/2026

Kepala Puskesmas Saronggi drg. Nurul Latifa, M.Kes. menjelaskan bahwa Skrining Kesehatan Jiwa: Petugas kesehatan mendeteksi dini faktor risiko gangguan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi.

“Menggunakan instrumen baku seperti kuesioner Self Reporting Questionnaire (SRQ) atau Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk anak sekolah.

Menurutnya, Jika ditemukan indikasi gangguan, pasien mendapatkan konseling lanjutan atau rujukan ke psikolog/psikiater

Sedangkan Deteksi HIV/AIDS, lanjutnya, terkait cara penularan, pencegahan, dan pemutusan rantai penularan virus. puskesmas langsung memadukannya dengan layanan Mobile Voluntary Counseling and Testing (Mobile VCT) atau tes darah sukarela untuk meminimalkan stigma terhadap ODHIV

Selain itu, kata Nurul Latifa, PHBS kebiasaan hidup bersih masyarakat atau siswa di lingkungan sekolah. Edukasi meliputi pentingnya mencuci tangan, konsumsi makanan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, hingga pemberantasan sarang nyamuk (PSN).Contoh PHBS meliputi mencuci tangan pakai sabun, menggunakan air bersih, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak merokok.

Nurul Latifa mengatakan tujuan utama dari kegiatan ini diantaranya Deteksi Dini: Menemukan masalah kesehatan fisik maupun mental secara cepat sebelum menjadi parah.

Pemerataan Akses: Menjemput bola ke sekolah, institusi, atau desa agar layanan kesehatan mudah dijangkau.

Edukasi Preventif: Mengubah paradigma masyarakat agar lebih fokus mencegah penyakit daripada mengobati.

Kegitan ini bisa meningkatkan kesadaran guru, orang tua, dan siswa tentang pentingnya kesehatan jiwa Tampak anak antusia sekali mencermati paparan matari dari narasumber dan skring Kesehatan dari Pelayanan Kesehata Masyarakat (PKM) di wilayah kerja Puskesmas Saronggi.(Apo)

Komentar