Tak Perlu Antre ke MPP, 461 Warga Sumenep Kini Urus Dokumen Kependudukan Lewat SIKERIS

Infrastruktur474 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Sebanyak 461 pemohon telah menggunakan aplikasi SIKERIS milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep hingga awal September 2026.

Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep “Wahasa” Mengatakan, perkembangan penggunaan SIKERIS cukup signifikan. Menurutnya, layanan tersebut dibuat agar masyarakat tidak perlu datang langsung ke tempat pelayanan.

“Sudah ada 461 yang menggunakan permohonan lewat SIKERIS ini, ujar Wahasa, Kamis, (03/09/2026).

“Wahasa” menjelaskan, SIKERIS memiliki tiga fitur utama yakni Prima Online, Redes Online, dan Antrian Online. Prima Online digunakan masyarakat umum untuk melakukan pendaftaran secara daring.

“Yang pertama ada Prima Online. Itu jenis layanan untuk masyarakat umum,” jelasnya.

Fitur kedua adalah Redes Online yang di peruntukkan bagi petugas registrasi desa. Dengan layanan tersebut, petugas tidak perlu membawa berkas permohonan ke Kecamatan maupun Dinas.

Fitur ketiga yakni Antrean Online. Masyarakat yang tetap ingin datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) dapat mengetahui perkembangan nomor antrean melalui aplikasi.

“Wahasa” menyebut Prima Online menjadi layanan yang paling banyak digunakan, terutama untuk pengurusan Kartu Keluarga (KK). Pembaruan data tersebut meliputi status Perkawinan, Pendidikan, Pekerjaan, dan Data lainnya.

“Yang paling banyak itu di KK, karena banyak orang yang meng-update, mulai dari status Perkawinan, Pendidikan, Pekerjaan, dan Lain sebagainya,” katanya.

SIKERIS juga menjadi salah satu prioritas untuk masyarakat kepulauan karena persoalan jarak dan akses pelayanan. Namun, penggunaan aplikasi masih menghadapi kendala jaringan internet dan keterbatasan printer di desa terpencil.

Untuk keamanan, “Wahasa” mengatakan sistem SIKERIS telah diperbarui dan menggunakan pihak ketiga. Disdukcapil juga merencanakan integrasi layanan, termasuk dengan KUA, sebelum nantinya mengembangkan fitur lainnya dalam aplikasi tersebut. (Ucik/Yitno)

Komentar