PUTR Sumenep, Jalan dan Jembatan di Kepulauan Sumenep Rampung 100 Persen, 3 Paket DAK Daratan Masih Dikerjakan

Infrastruktur1174 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Sejumlah paket pekerjaan insfratruktur jalan dan jembatan yang bersumber dari APBD maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep telah rampung 100 persen.

Kepala Bidang Bina Marga “Supriyadi” menyampaikan, pekerjaan yang telah selesai tersebar di sejumlah wilayah kepulauan. Diantaranya kepulauan Kangean, Sapudi, Masalembu, Ra’as hingga Gili Genting.

Di Kepulauan Kangean, pekerjaan yang telah rampung ruas jalan Pabian-Kangayan dan arus Pelabuhan Batu Guluk-Pondokmimbo. Kedua pekerjaan tersebut telah mencapai progres 100 persen.

Sementara di Kepulauan Sepudi, pekerjaan ruas Tarebung-Nonggunong dan Jembatan di Kalowang, Kecamatan Gayam, juga telah diselesaikan sepenuhnya. Dua lokasi pekerjaan di Masalembu, pekerjaan di Ra’as, serta dua lokasi di Gili Genting juga telah rampung 100 persen.

“Secara keseluruhan pekerjaan fisik di ruas-ruas kepulauan tersebut telah tuntas. Untuk wilayah daratan selurh pekerjaan Bina Marga yang bersumber dari APBD, termasuk Tanggul Penahan Tanah (TPT) juga sudah 100 persen,” ujar Supriyadi, Selasa, (15/09/2026).

Ia menjelaskan, pekerjaan yang telah selesai tersebut tidak mengalami keterlambatan. Seluruh paket bahkan dapat diselesaikan sebelum masa kontrak berakhir sehingga tidak terdapat kendala keterlambatan dalam pelaksanaannya.

Meski demikan, masih terdapat tiga paket DAK Tahun Anggaran 2026 di wilayah daratan yang saat ini masih dalam masa pelaksanaan kontrak. Ketiganya yakni ruas Batuan-Mataair, Lak-laok, Manding dan Pasar Ganding-Bakiyong.

“Untuk ketiga lokasi tersebut masih berjalan sesuai masa kontrak. Evaluasi progres setiap minggu selalu menunjukkan surplus dan tidak mengalami deviasi untuk wilayah daratan,” katanya.

Kepala Bidang Bina Marga”Supriyadi” memastikan pemantauan terhadap pekerjaan yang masih berlangsung terus dilakukan secara berkala. Evaluasi menjadi bagian dari pengawasan agar pelaksanaan pekerjaan tetap sesuai dengan ketentuan kontrak dan target yang ditetapkan.

“Kami optimistis perkerjaan yang masih berproses dapat selesai sebelum akhir tahun. Sampai saat ini tidak ada proyek pekerjaan insfratruktur yang terancam tidak selesai atau mangkrak,” pungkasnya.(Yitno/Fahrur)

Komentar