PUTR Sumenep Genjot 10 Titik Sumur Bor Air Bersih, Prioritaskan Desa Rawan Kekeringan dan Stunting

Infrastruktur1250 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mempercepat penyediaan akses air bersih dengan membangun 10 titik sumur bor yang tersebar di sejumlah desa, program tersebut diprioritaskan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air saat musim kemarau, sekaligus mendukung penanganan wilayah yang masih mengahadapi persoalan stunting.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Pengairan Dinas PUTR Kabupaten Sumenep Supriyadi mengatakan, program itu terdiri atas lima titik yang di biayai Dana Alokasi Khususkan (DAK) dan lima titik melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Saat ini seluruh kegiatan telah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

“Untuk lokasi yang didanai DAK, pegeboran dilakukan di Desa Lapa Laok dan Desa Tamansare, Kecamatan Dungkek, Desa Kombang di Kecamatan Talango, Desa Langsar di Kecamatan Saronggi, serta Desa Bungbungan, Sementara itu sebagai titik yang didanai DAU juga berada di wilayah daratan, termasuk kawasan Gilingan (Banmaleng),

Menurutnya, program tersebut bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, terutama di daerah yang selama ini mengalami krisis air ketika musim kemarau. Ia menjelaskan, kebutuhan air bersih menjadi semakin penting karena sejumlah desa penerima program juga masuk kategori wilayah yang membutuhkan perhatian dalam penanganan stunting.

“Pada musim kemarau, masyarakat sangat membutuhkan air bersih. Program ini diharapkan mampu membantu desa-desa yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh pasokan air,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas PUTR berperan melakukan pendampingan teknis, Usulan pembangunan berasal dari pemerintah desa yang diajukan melalui Dinas PUTR kepada Pemerintah Pusat. Selanjutnya, anggaran dari Pemerintah Pusat disalurkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang dibentuk di tingkat desa utnuk melaksanakan kegiatan.

“PUTR melakukan pendampingan secara teknis dilapangan. Dana turun ke KSM yang bentuk oleh desa,” ucapnya.

Supriyadi menyebut anggaran pembangunan setiap titik bersifat bervariasi, berkisar antara Rp. 200 juta hingga Rp. 400 juta, tergantung kebutuhan di masing-masing lokasi. Dana tersebut digunakan untuk pekerjaan pengeboran, pembangunan tandon air, serta pemasangan jaringan perpipaan menuju pemukiman warga.

Saat ini, seluruh kegiatan masih dalam tahap pelaksanaan. Dinas PUTR berharap setiap titik pengeboran dapat menemukan sumber air dengan debit yang memadai sehingga pasokan air bersih dapat mengalir secara optimal kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama selama musim kemarau.(Yetno/Ucik)

Komentar