Puskesmas Batang-batang Dinkes Sumenep Lakukan Pemberian TPT untuk Cegah Penularan Tuberkulosis

Infrastruktur564 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com — Dalam upaya memperkuat penanggulangan Tuberkulosis (TB) di wilayah kerja, Puskesmas Batang – Batang melakukan edukasi dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) serta OAT. Selasa 02/03/2026

Kegiatan tersebut, Puskesmas Batang-batang melibatkan tim Program TB bersama kader kesehatan setempat.

Edukasi dan pemberian TPT serta OAT dilakukan dengan mengunjungi rumah pasien TB untuk mengidentifikasi anggota keluarga yang memiliki risiko tertular. Petugas kesehatan melakukan skrining gejala, pengambilan riwayat kesehatan, serta pemeriksaan lanjutan bila ditemukan indikasi TB.

Selain itu, bagi kontak erat yang memenuhi syarat dan tidak menunjukkan tanda-tanda TB aktif, tim memberikan TPT (Terapi Pencegahan TB) sebagai langkah perlindungan dini untuk mencegah perkembangan penyakit. TPT diberikan sesuai standar nasional, disertai edukasi mengenai manfaat, efek samping yang perlu dipantau, serta pentingnya minum obat secara rutin sampai tuntas.

Kepala Puskesmas Batang-Batang, dr. Sulaiha Riningsih, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan pemberian TPT dan OAT merupakan langkah strategis untuk memutus rantai penularan TB.

“Dengan menemukan dan melindungi kontak serumah sejak dini, kita dapat mengurangi risiko penularan TB di keluarga maupun masyarakat, ” tuturnya

Menurutnya, Edukasi dan pengawasan minum obat menjadi kunci keberhasilan,” ujar Kapus Batang-batang

Warga setempat menyambut baik kegiatan ini, karena membantu meningkatkan pemahaman mengenai TB, cara pencegahan, dan pentingnya deteksi dini.

dr. Sulaiha menegaskan, bahwa Puskesmas Batang-batang berkomitmen untuk terus memperkuat layanan TB, memperluas pemberian TPT, serta meningkatkan peran masyarakat dalam mendukung eliminasi TB.

Melalui kegiatan ini, diharapkan angka penularan TB di wilayah Batang-batang dapat ditekan, sehingga masyarakat semakin terlindungi dan sadar akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

dr. Sulaiha menambahkan, tujuan dalam kegiatan ini, untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan jangka panjang, memastikan kesembuhan total, mengurangi risiko penularan, mencegah resistensi obat (kebal obat/TB-RO), serta memberikan dukungan emosional dan pemahaman mengenai penyakit kepada pasien maupun keluarganya, ” pungkasnya.(Apo)

Komentar