SUMENEP, Bongkar86.com – Program mudik gratis Pemkab Sumenep 2026 yang menyasar rute, Kalianget-Kepulauan dikeluhkan warga terkait keterbatasan Kouta dan pemesanan tiket. Bahkan seorang wartawan jadi korban kebohongan dari Plt. Kepala Dinas Perkimhub Sumenep, Madura Jawa Timur, untuk dapat tiket mudik gratis. Rabu 11/03/2026
Pemerintah Kabupaten Sumenep mematangkan persiapan program mudik gratis 2026 guna memastikan kelancaran dan kenyamanan masyarakat perantauan yang akan pulang kampung. Koordinasi lintas sektor dilakukan melalui rapat persiapan di Ruang Rapat Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Sumenep, Rabu (4/3/2026) kemarin.
Namun, hal itu sangat disangkan menilai mekanisme pemesanan tiket yang dilakukan secara online melalui aplikasi kapal Express Bahari justru berpotensi menimbulkan perbedaan akses bagi masyarakat.
Bahkan, seorang wartawan asal Kepulauan Arjasa dibuat bola pingpong oleh Plt Kepala Disperkimhub Sumenep untuk membeli tiket berbayar maupun tiket mudik gratis.
“Jauh-jauh hari tepatnya pada hari Jumat tanggal 06 Maret 2026, seorang wartawan dari media online mencari pembelian tiket berbayar rute Kalianget-Kangean, tapi tak kunjung dapat.
“Dari pencariannya, wartawan tersebut mencoba menghubungi Plt Kadisperkimhub Sumenep untuk minta tolong mau beli tiket berbayar, namun oleh Plt Dzul malah dilarang dan dialihkan ke mudik gratis, ” kata Yetno
Menurutnya, setelah hari Kamis 4 Maret 2026, Plt Kadis Dzul mengeluarkan Dispensasi untuk wartawan ikut kapal jurusan Kalianget-Kangean dengan jadwal pemberangkatan hari Senin 9 Maret 2026 kapal express, ” terangnya
Selain memberikan Dispensasi, Plt. Dzul juga memberikan Nomor Kontak stafnya yang bertugas di pelabuhan untuk dihubungi kepada wartawan tersebut, ” ucapnya
Bahkan, setelah dihubungi, oknum staf tersebut juga akan membantu proses pemberangkatan si wartawan untuk pulang kampung dengan dispensasi Plt Kadis Dzul, “paparnya
Namun, wartawan itu juga menyampaikan kalau bisa saya mau beli tiketnya satu buat adik saya, tapi justru oknum staf tersebut menyampaikan tidak usah biar saya bantu semuanya biar tidak beli, kan kamu wartawan, “ucap Yet menirukan bahasa oknum staf itu
“Akhirnya, wartawan teman saya menyetujui dispensasi itu semuanya dan setelah hari Senin 9 Maret 2026, rute Kalianget-Kangean tidak ada pemberangkatan kapal akibat cuaca buruk.
Terpaksa, lanjut Yet, wartawan itu menghubungi oknum staf Plt Kadis Dzul untuk menanyakan kapan kapal express berangkat tapi tak direspon alias tak diangkat padahal bunyi telpon masuk.
Setalah siangnya pada hari Senin 9 Maret 2026, wartawan tersebut menelpon Plt Kadis Dzul menanyakan bagaimana soal Dispensasi yang dikeluarkan Pak Kadis, malah menjawab untuk sistem pembelian tiket dan mudik gratis semuanya pakai aplikasi mobile Express Bahari.
“Lha’itu yang membuat kami jengkel, kenapa Plt Kadis Dzul tidak bilang dari awal waktu kami meminta tolong bagaimana caranya beli tiket. Kok baru sekarang setelah nyampek waktu pemberangkatan bilang harus pakai aplikasi, itu namanya pembohong.
Sementara Plt Disperkimhub Sumenep Drs. Achmad Dzulkarnain, M.H, tiket yang gratis itu ada 3 (tiga) diantar bantuan Kemenhub menggunakan aplikasi bahari ekpres mobile, Provinsi aplikasi si-pentol dan dari Pemkab Sumenep itu tidak pakai aplikasi tapi ganti tiket saat naik kapal sistemnya di Manifest lalu kita bayar itu yang Sumenep.
“Kami tidak tau kalau tiket berbayar itu pakai aplikasi, namun yang gratis, syaa tau pakai aplikasi mobile Express Bahari” tuturnya
Soal tiket berbayar, Menurut Dzul, pihaknya baru tau kalau berbayar pakai aplikasi, ” terangnya
Lanjut Dzul, baru kemarin jadi Plt Kadisperkimhub, makanya saya masih belajar soal mekanisme ini.(Apo)













Komentar