Penyekatan Larangan Mudik Mulai Dilakukan Di Jawa Timur

Polri112 Dilihat

Surabaya, Bongkar86.com – Forkopimda Jawa Timur gelar Apel Kesiapan Larangan Mudik di Hari Raya Idul Fitri 1442 H. di Lapangan Mapolda Jatim. Senin (26/4/2021)

Dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan didampingi Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta serta seluruh anggota TNI-Polri maupun PNS dan seluruh unsur komponen bangsa.

Seluruh personel akan disebar di sejumlah titik atau pos masing-masing untuk melakukan penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang mudik ke sejumlah daerah di Jatim.

“Pemerintah sudah memberikan batasan bahwa mulai tanggal 22 April sampai 16 Mei 2021, ini masih diizinkan perjalanan masuk Jawa Timur tentunya. Tetapi, harus menunjukkan surat bebas Covid-19,” kata Pangdam V Brawijaya dalam amanatnya.

Mayjend TNI Suharyanto menjelaskan, usai tanggal 16 Mei 2021, masyarakat tak diperkenankan lagi mengenakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi untuk mudik. Penyekatan itu juga salah satu wujud pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Jatim.

Untuk masuk ke Provinsi Jatim, Pangdam menyebut ada 7 titik sedangkan, untuk antar kota di Provinsi Jatim, ada 20 titik yang akan disekat, yakni Madiun-Magetan, Madura sisi utara, Madura sisi selatan, Gerbang tol Ngawi, Gerbang tol Probolinggo, Gresik-Lamongan, Nganjuk-Jombang, Jombang-Mojokerto, Blitar-Kediri, Kediri-Malang, Bojonegoro-Tuban, Ngawi-Madiun, Sidoarjo-Pasuruan, Mojokerto-Sidoarjo, Pasuruan-Probolinggo, Probolinggo-Situbondo, Pasuruan-Malang, Malang-Lumajang, Situbondo-Banyuwangi, Jember-Lumajang, dan Ngawi-Madiun.

Para personel gabungan akan segera di plot sesuai daerah masing-masing yang telah ditentukan, dengan harapan dapat mengemban amanat untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dengan mengantisipasi masuknya virus Corona varian baru di Jawa Timur.

“Seperti kita ketahui bersama, situasi yang berkembang, khususnya terkait covid-19 di beberapa negara di luar Indonesia baik di Amerika, Amerika Latin, Eropa, Asia Selatan, dan yang ekstrim mungkin para anggota pun mengetahui yaitu di India, terjadi lonjakan peningkatan covid-19 yang luar biasa,” tandasnya.

“Jangan sampai, kejadian yang saya sampaikan di luar Indonesia juga menimpa negara kita khususnya di Jawa Timur. melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan bertindak tegas namun tetap humanis,” tambah Pangdam selaku Inspektur Apel Kesiapan Larangan Mudik.

Perihal kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang dikenal dengan TKI yang akhir ini banyak datang ke Provinsi Jawa Timur, yang semula 1 bulan hanya 500 sampai 700. Ia mewanti-wanti untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (prokes) secara ketat dan melakukan antisipasi serta bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait.

Pihak Pemprov Jatim pun mengaku menaruh perhatian dengan hal itu. Berharap para PMI yang terlanjur masuk ke daerah-daerah Jawa Timur, tak membawa virus varian baru atau mutasi virus baru tersebut.

“Untuk kemarin saja, hampir 2000 PMI. Ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Apalagi para PMI ini disinyalir membawa virus-virus varian baru seperti virus yang belum terdeteksi. Ini pun menjadi pokok perhatian kita bahwa kalian (personel gabungan) nanti disamping melaksanakan penyekatan pengamanan larangan mudik, juga akan dilibatkan dalam proses pengurusan PMI tersebut,” pungkas Pangdam V Brawijaya dalam amanatnya. (apo/istiq)

Komentar