Pemkab Sumenep Melalui Disperkimhub Siapkan 8 Bus dan 4 Kapal untuk Mudik Gratis 2026, Fokus Santri dan Warga Kepulauan

Infrastruktur1278 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya meningkatkan layanan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan. Salah satunya dengan rencana penambahan armada kapal di Dermaga Pelabuhan Kalianget. Selain itu, Pemkab juga menyiapkan program mudik gratis rute Jakarta – Madura.

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) memastikan program mudik gratis tahun 2026 kembali digelar dengan dua mode transportasi, yakni darat dan laut. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disperkimhub Kabupaten Sumenep, Zulkarnain, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan delapan unit bus untuk jalur darat dan empat armada kapal laut guna melayani masyarakat, khususnya warga kepulauan dan santri.

“Untuk 2026, mode transportasi yang dipakai ada dua, darat dan laut. Kalau darat, insyaallah kita sediakan sekitar delapan unit bus dari Jakarta. Rencananya pemberangkatan antara tanggal 14 atau 15 Maret 2026 dari Gelora Bung Karno langsung menuju Sumenep,” ujar Zulkarnain saat diwawancarai.

Delapan Bus dari Jakarta

Program mudik gratis jalur darat diperuntukkan bagi perantau asal Sumenep yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Delapan unit bus yang disiapkan masing-masing memiliki kapasitas sekitar 45 penumpang. Dengan demikian, total kuota yang tersedia melalui jalur darat diperkirakan mencapai sekitar 360 orang dalam satu kali pemberangkatan.

Empat Armada Laut Layani Santri dan Masyarakat Umum

Sementara untuk jalur laut, Pemkab Sumenep menyiapkan empat armada kapal yang akan beroperasi mulai H-11 hingga H-3 Lebaran. Program ini terbagi menjadi dua kategori, yakni untuk santri dan masyarakat umum. Untuk kalangan santri, Pemkab sebelumnya telah memfasilitasi pemulangan, di antaranya dari Pondok Pesantren Sukorejo, dengan pembiayaan tiket sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah.

Adapun armada laut yang disiapkan antara lain:
Dharma Bahari Sumekar (DBS-III) milik Pemkab Sumenep yang dikelola Sumekar Line, dengan kapasitas sekitar 300–400 penumpang. Kapal ini juga disiapkan sebagai armada cadangan (backup) bagi pemudik tujuan Kepulauan Kangean dan sekitarnya.
– KMP Dharma Kartika berkapasitas 250–300 orang.
– Wicitra Dharma dengan kapasitas 250–300 orang.
– KMP Sabuk Nusantara yang mampu mengangkut 250–300 penumpang.

Menjawab pertanyaan terkait penambahan armada, Zulkarnain menegaskan bahwa jumlah kapal tetap empat unit seperti tahun sebelumnya. Namun, keberadaan DBS-III akan dimaksimalkan untuk mendukung kelancaran arus mudik, khususnya ke wilayah kepulauan seperti Kangean dan Sapeken.

“Tidak ada penambahan armada, tetap empat. Tapi DBS-III kita siapkan juga untuk backup saudara-saudara kita yang mudik ke Kepulauan Kangean dan sekitarnya,” jelasnya.

Anggaran Ditanggung Pemkab

Terkait anggaran, Zulkarnain memastikan bahwa biaya mudik gratis ditanggung oleh Pemkab Sumenep. Anggaran dialokasikan baik untuk operasional Sumekar Line maupun untuk program mudik gratis, khususnya bagi santri.

“Memang untuk mudik gratis itu kita khususkan untuk santri. Nanti jumlah penumpang yang diberangkatkan akan diklaim oleh agen-agen, kemudian diganti oleh Pemkab,” terangnya.

Imbauan: Siapkan Identitas dan Hindari Calo

Di akhir keterangannya, Zulkarnain berharap program mudik gratis ini dapat membantu masyarakat, terutama warga yang bekerja di luar Pulau Kangean maupun Pulau Sapeken, agar bisa berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idulfitri. Ia juga menyampaikan beberapa imbauan kepada calon pemudik.

“Pertama, persiapkan segala sesuatunya, terutama identitas. Kedua, jangan percaya calo, karena mudik gratis ini dibiayai oleh Pemkab. Ketiga, amankan minimal diri sendiri. Kalau masing-masing sudah menjaga diri, insyaallah secara keseluruhan akan aman,” pungkasnya. (Rud/Apo)

Komentar