Kunker Ke PT Moringa Organik Indonesia Kabupaten Blora, Wabup Hj. Dewi Khalifah: Tanaman Kelor Akan Jadi Produk Unggulan Di Sumenep

Pemerintahan111 Dilihat

Sumenep, Bongkar86.com – Tanaman kelor akan jadi produk unggulan Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, di tahun 2021. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Ibu Hj. Dewi Khalifah, SH. MH. M.Pd.I usai kujungan kerjanya ke PT. Moringa Organik Indonesia Kabupaten Blora Jawa Tengah. Selasa 13/4/2021

PT. Moringa Organik Indonesia merupakan pusat pembelajaran dan cara budidaya, pengolahan tanaman kelor organik yang menghasilkan produk berupa makanan, minuman, produk pakan, produk pupuk, produk kosmetik alami yang bisa menjadi komoditas bisnis.

Wakil Bupati Sumenep Ibu Hj. Dewi Khalifah, SH. MH. M.Pd.I dalam kunkernya ke Kabupaten Blora didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Arif Firmanto, S.TP. M.Si. Jum’at, 09 April 2021

Wabup Sumenep Nyai Eva panggilan akrabnya mengatakan bahwa dalam kunjungan kami ke PT Moringa Organik Indonesia Kabupaten Blora Jawa Tengah tersebut untuk mengetahui cara pengolahan tanaman kelor organik yang menghasilkan produk berupa makanan, minuman, produk pakan, produk pupuk, produk kosmetik alami yang bisa menjadi komoditas bisnis.

Bahkan, kata Nyai Eva pulau Poteran, Kecamatan Talango nantinya akan di jadikan sebagai pulau kelor.

Menurut Nyai Eva, Dulu pulau Poteran tersebut pernah ada penelitian dari Jerman dan hasilnya adalah Poteran Talango salah satu keunggulan tamanan kelor, sebab kandungan nilai komposisi nutrisinya itu jauh lebih tinggi dari tempat lain yang ada di Kabupaten Sumenep.

Lanjut Nyai Eva, hal itu juga terpengaruh dari struktur tanah dan air yang ada di sana.

Nyai Eva menginginkan bahwa Wilayah Poteran, Talango nanti akan menjadi sebuah kawasan pengembangan produksi pertanian yaitu tanaman kelor.

Tamanan kelor banyak mengandung fungsi yakni untuk pengobatan herbal, makanan herbal dan kosmetik, karena daun kelor ini ada beberapa produk turunan dari sekitar 150 produk turunan yang bisa dihasilkan dari daun kelor.

Nyai Eva berharap dari tamanan kelor ini juga akan membantu untuk membuka lapangan kerja terutama untuk ibu-ibu dan pemuda yang ada disana. Bahkan juga bisa menyerap angka penganngguran agar tidak menjadi tinggi karna dengan adanya peluang-peluang kerja dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada menjadi bahan jadi.

Daun kelor akan menjadi salah satu produk unggulan di Kabupaten Sumenep, “tegas Nyai Eva

Sementara Kadis Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Arif Firmanto, menjelaskan bahwa kedatangan kami ke PT MOI itu untuk belajar dari sistem pengelolaan hulu ke hilir ini sesuai visi misi bapak Bupati dan Wabup Sumenep Fauzi – Eva.

“Sedangkan di PT. MOI disana sudah mengembangkan dari mulai budidaya sampai kepada pengolahannya seperti kecantikan dan herbal juga banyak aneka ragam produk lainnya.

Menurut Arif, Kelor itu nutrisinya akan semakin berkurang ketika dilakukan pengeringan atau penjemuran dengan sinar matahari. Jadi, lebih baik diproses dengan menggunakan pengeringan oven.

“Jadi kandungan notrisi kelor tergantung pada bagaimana cara pengolahnya yakni tidak boleh dijemur matahari dan tidak Terfermentasi. Proses budidaya boleh sama, tetapi kalau mengolahnya tidak benar maka itu yang berbeda akan menjadi berkurang kandungan nutrisinya.

Disinggung kualiatas tamanan antara Blora dan Sumenep mana berkualitas, Arif menegaskan, kualitas tamanan kelor antara Blora dengan Kabupaten Sumenep, masih lebih bagus Sumenep. Bahkan PT MOI sendiri kemarin langsung minta kontrak dengan Sumenep apabila Pemerintah Kabupaten Sumenep bisa menyediakan daun kelor maupun hasil olahan lainnya dari tanaman kelor.

“Sehingga, dengan adanya tawaran kontrak, membuat semangat kami di Kabupaten Sumenep semakin optimis untuk lebih mengembangkan tanaman kelor.

Lanjut Arif, Tanaman kelor tersebut membutuhkan lahan seluas 3 sampai 5 hektar dan di PT. MOI Blora sudah memiliki bangunan serta peralatan pengolahan sampai dengan memiliki ISO dengan pembiayaan sebesar 2 M, sedangkan kita (Pemkab) Sumenep masih belum ada.

Tanaman kelor akan jadi produk unggulan Kabupaten Sumenep, Karena kita melihat pasar kelor itu tidak ada habisnya dan kandungan kelor ini sangat luar biasa. Makanya kelor memang layak mendapat sebutan “Miracle Tree” atau “Trees of Life” dan saya menyebutnya Super Nutrisi atau daun ajaib kaya dengan nutrisi.

“Arif menegaskan dengan langkah ini harapannya kedepan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan memberdayakan kaum ibu-ibu serta pemuda tani melenial di wilayah Kabupaten Sumenep. Kami juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk melakukan Gerakan Swadaya Masyarakat Penanaman dan Pemanfaatan Tanaman Kelor, pungkasnya (apo/rest)

Komentar