Konsumsi Ikan Sumenep Tertinggi di Jatim, Dinas Perikanan Kini Bidik Stunting

Infrastruktur2247 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep terus mendorong peningkatan konsumsi ikan masyarakat melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Pada 2026, pelaksanaannya diprioritaskan menyasar wilayah yang menjadi lokasi fokus stunting. Jum’at (28/8/2026).

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, “Heru Faisal,” mengatakan penentuan daerah sasaran dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat untuk memastikan program diarahkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Alhamdulillah, Angka Konsumsi Ikan di Kabupaten Sumenep dari tahun ke tahun konsisten menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Untuk tahun ini, pencapaian AKI kita berada di angka 74,05 kilogram per kapita per tahun,” ujar Heru Faisal.

Menurut Faisal, konsumsi ikan dinilai berpeean dalam pencegahan stunting karena mengandung Protein berkualitas tinggi, Omega-3, Vitamin dan Mineral yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang balita serta menjaga kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui.

Dari sisi ketersediaan, Dinas Perikanan menyebut pasokan Ikan Lokal masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasokan tersebut di topang dua sektor utama, yakni hasil tangkapan Nelayan di laut dan para Pembudidaya ikan lokal.

Peningkatan konsumsi ikan juga di arahkan agar memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha Perikanan. Dinas Perikanan secara rutin membina UMKM pengelola hasil perikanan, mulai dari Pemindangan, Petis Ikan dan Terasi himgga produk seperti Stik Rajungan, Stik Ikan, Nugget, Bakso dan Abon Ikan.

Selain pembinaan, dukungan sarana juga diberikan kepada seluruh pengepul ikan berupa Cool Box, Freezer dan alat Pemecah Es. Bantuan tersebut di tujukan untuk membantu menjaga kualitas hasil perikanan sekaligus mempertahankan nilai jual beli ikan.

Faisal menjelaskan, meski Gemarikan diperuntukkan bagi masyarakat umum, kebijakan Ketua Forikan Kabupaten Sumenep mengarahkan program lebih terfokus ke daerah yang membutuhkan intervensi penangan stunting, strategi tersebut dijalankan dengan melibatkan lintas sektor.

“Dinas Perikanan tidak bisa bergerak sendiri. Kami terus bersinergi lintas sektor dengan OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Bapedda hingga DPMD. Harapan kami gelorakan semangat makan ikan di keluarga masing-masing demi mencetak generasi Sumenep yang Sehat, Cerdas dan bebas dari Stunting,” pungkasnya.(Yetno/Ucik)

Komentar