Kepala DKUPP Sumenep Dorong Pemuda Ambil Peran dalam Pengelolaan KDMP di Kota Keris

Infrastruktur1164 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan mendorong keterlibatan kalangan pemuda dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan generasi muda sebagai motor penggerak koperasi desa.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Moh. Ramli menjelaskan, KDMP berbasis di desa dan terbuka bagi seluruh warga yang memenuhi persyaratan, termasuk kalangan pemuda. Menurutnya, pemerintah daerah sangat mendukung keterlibatan generasi muda karena memiliki potensi besar dalam pengembangan koperasi.

“Dari sisi potensi SDM, pemuda memiliki energi, pola pikir lebih luas, dan dinamis sehingga peluang untuk berinovasi dan berkreasi sangat terbuka. Kami sepakat dan mendukung arahan Presiden agar pemuda benar-benar hadir dan berkiprah di KDMP,” ujarnya. Rabu 18/2/2026

Ia menegaskan, keterlibatan pemuda bukan bersifat wajib, namun peluang terbesar memang ada pada generasi muda. Hal ini karena kemampuan adaptasi dan inovasi mereka dinilai lebih cepat dalam mengembangkan usaha koperasi.

Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumenep, kata Ramli, telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung pelaksanaan program KDMP. Bentuk dukungan tersebut meliputi pembinaan, sosialisasi, fasilitasi, hingga bantuan pendanaan sejak tahap awal pembentukan koperasi.

“Mulai dari proses legalitas hingga pendaftaran akun ke Kementerian Hukum dan HAM dibiayai pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi sebesar Rp1.750.000 per KDMP,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan pelatihan bagi pengurus koperasi, khususnya ketua dan bendahara, serta menyediakan pendamping melalui tenaga asisten bisnis dari kementerian dan PMO di tingkat kabupaten.

Meski tidak ada kebijakan khusus untuk pemuda, pemerintah daerah secara aktif mengajak generasi muda mengambil peran dalam koperasi.

“Secara umum tidak ada perlakuan khusus, tetapi di berbagai kesempatan kami selalu mendorong pemuda agar menunjukkan perannya, karena mereka punya nilai lebih dalam inovasi dan kreativitas,” katanya.

Ramli menilai KDMP memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian desa karena koperasi ini dibentuk oleh dan untuk anggota, serta dapat mengembangkan berbagai jenis usaha sesuai potensi lokal.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah pusat juga tengah membangun gudang atau gerai di setiap KDMP, yang diharapkan semakin memperkuat kegiatan usaha koperasi di desa.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari faktor sumber daya manusia, komitmen pengurus dan anggota, hingga persoalan permodalan.

“Tantangan terbesar adalah komitmen dan kebersamaan, karena koperasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pengurus. Selain itu, modal usaha juga masih menjadi dinamika, idealnya didorong dari kemandirian anggota,” ungkapnya.

Ke depan, pemerintah berharap seluruh warga desa dapat memanfaatkan peluang KDMP dengan menjadi anggota dan berpartisipasi aktif dalam pengelolaan koperasi.

“Kalau seluruh warga desa punya semangat dan komitmen yang sama, potensi desa bisa dikelola bersama dan hasilnya akan kembali dinikmati masyarakat melalui SHU maupun kontribusi bagi desa,” pungkasnya.(Rud/Apo)

Komentar