Keindahan Budaya dan Wisata di Era Digitalisasi Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep

0
113
Foto: Qunfa’ana Cahyu Nadila Mahasiswi Universitas Wiraraja Madura Jurusan Administrasi P

Bongkar86.com – Keindahan ataupun keberagaman budaya Indonesia bukan lagi hal asing di mata dunia. Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat banyak dengan ciri khas di setiap wilayahnya. Keindahan budaya ini tidak lepas dari keindahan alam agar bisa dinikmati sampai sekarang khususnya di kabupaten sumenep ini yang kaya raya wisatanya, Banyak wisata sumenep yang sudah didatangi bermacam suku bangsa bahkan orang asing yakni wisata Gili Iyang juga merupakan tempat terbaik untuk merasakan kesegaran udara di Indonesia. Yang memiliki Kadar oksigen 20,9 persen melebihi daerah lainnya.

Berbicara tentang keberagaman budaya Indonesia, di era digital yang serba canggih ini, membuat semua generasi muda tidak diperkenankan menutup mata. Kesempatan ini merupakan kesempatan emas yang sangat bisa dimanfaatkan untuk dapat memperkenalkan dan lebih melestarikan budaya yang katanya sudah mulai padam.

Era digital merupakan masa di mana informasi dapat disebarluaskan dengan mudah dan cepat menggunakan teknologi digital yang terhubung dengan saluran internet. Era digital yang terjadi sekarang merupakan bentuk adaptasi menuju era normal yang baru. Menuju dunia yang serba canggih tapi seni tradisi yang menjadi identitas bangsa Indonesia tidak boleh mati.

Gili Iyang berada di bagian timur Kabupaten Sumenep yang dikenal dengan nama Pulau Oksigen. Pulau ini masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Dungkek. Untuk mencapai Pulau Oksigen, pengunjung bisa menumpang taksi laut, sebutan masyarakat Dungkek untuk modal transportasi perahu kayu bermesin.

Waktu tempuh menuju Gili Iyang sekitar 30-40 menit, bergantung kondisi cuaca dan tinggi gelombang. Pengunjung bisa naik taksi laut dari Pelabuhan Penyeberangan Dungkek yang baru dioperasikan awal 2021. Pelabuhan ini dapat ditempuh sekitar 30 kilometer dari pusat kota Sumenep. Ongkos taksi laut sebesar Rp. 10.000 per orang untuk menumpang perahu berkapasitas antara 20-50 orang bergantung ukuran angkutannya.

Dengan adanya wisata ini perekonomian daerah tersebut bisa ter angkat, dan juga di era digital sekarang semua media bisa di akses dan warga setempat bisa mempromosikan semua wisata bahkan ke indahan Pulau Gili Iyang tersebut dengan sesuka hati dan ini juga salah satu masyarakat indonesia tertarik dan ingin berkunjung ke wisata tersebut.

“Tapi kalau bicara seni, jangan lupa seni tradisi identitas bangsa Indonesia, supaya kita lebih bangga Jadi bangsa Indonesia. Nah kalau tidak ada generasi muda yang mencintai seni tradisi, siapa yang mau melestarikan.”

Penulis : Qunfa’ana Cahyu Nadila
Mahasiswi Universitas Wiraraja Madura Jurusan Administrasi P

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here