Jelang Ramadan 2026, Satreskrim Polres Sumenep Sidak Harga dan Stok Sembako di Pasar Anom

Infrastruktur569 Dilihat

SUMENEP, Bongkar86.com – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Satreskrim Polres Sumenep melalui Unit Pidsus melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tradisional (pasar Anom), Jumat (6/2/2026).

Langkah ini dilakukan tujuannya untuk memastikan stabilitas harga, kelancaran distribusi, serta keamanan dan mutu bahan pangan di Kabupaten Sumenep tetap terjaga menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan jajaran Polres Sumenep dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Agus Rusdianto melalui Ipda Okta Afrias D, S.H., M.H. menegaskan, pengawasan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah lonjakan harga, penimbunan, distribusi tersendat, hingga praktik kecurangan di pasar tradisional maupun modern.

“Pengecekan ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, ” ucapnya

Bahkan, Kami memantau langsung kondisi di lapangan agar tidak terjadi lonjakan harga maupun gangguan distribusi,” ujarnya

Menurut Ipda Okta, Selama lebih dari satu jam, tim memeriksa sejumlah komoditas strategis seperti beras, daging sapi, daging ayam, cabai, minyak goreng, serta bahan pokok lainnya.

Lebih lanjut, kata Ipda Okta, Petugas juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli guna memperoleh gambaran riil kondisi pasar.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Sumenep masih relatif aman dan aktivitas jual beli berlangsung normal. Meski demikian, pengawasan terpadu akan terus dilakukan secara berkala hingga memasuki Ramadan dan Idulfitri nanti.

“Kami mengimbau pedagang menjual sesuai ketentuan yang berlaku, dan masyarakat tidak perlu panik karena stok bahan pokok masih mencukupi. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Ipda Okta berharap dengan melalui sinergi lintas instansi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Sumenep dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun kualitas bahan pangan di pasaran, ” ungkapnya.(Apo)

Komentar