SUMENEP, Bongkar86.com – Keterbatasan armada kapal menuju Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep rentan memicu lonjakan kepadatan penumpang pada momentum arus mudik Idul Fitri. DPRD Sumenep meminta penambahan armada serta pengawasan ketat distribusi tiket guna menghindari penumpukan calon penumpang di pelabuhan.
Anggota DPRD Sumenep Dapil VII, Ahmad Juhairi, mengatakan pada hari normal rute Masalembu umumnya dilayani Kapal KM Sabuk Nusantara 92 dari Pelabuhan Perak Surabaya. Sementara dari Pelabuhan Kalianget, tersedia layanan KM Sabuk Nusantara 92 dan KM Bung Tomo.
“Untuk jadwal reguler, layanan memang terbatas. Saat musim mudik, kapasitas itu jelas tidak mencukupi. Minimal perlu tambahan satu armada lagi,” ujarnya, Selasa 23 Februari 2026.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang menjelang Lebaran terjadi signifikan. Selain pemudik dari Jawa dan Bali, warga Masalembu yang bekerja di Kalimantan hingga Malaysia juga mulai kembali ke kampung halaman sejak H-7 Lebaran.
Ia menilai kepastian jadwal pelayaran tambahan harus diumumkan lebih awal agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan ketersediaan kursi sesuai kapasitas kapal.
“Sering kali calon penumpang sudah tiba di pelabuhan, namun tidak terangkut karena kapasitas penuh. Ini yang perlu diantisipasi dengan informasi yang jelas dan terpublikasi lebih awal,” katanya.
Selain penambahan armada, pengawasan terhadap sistem penjualan tiket juga menjadi perhatian. DPRD meminta agar tidak ada praktik percaloan yang merugikan masyarakat.
“Distribusi tiket harus diawasi ketat agar tidak dimanfaatkan oknum tertentu. Jangan sampai masyarakat dirugikan saat momentum mudik,” ujarnya.
Ahmad Juhairi juga menyoroti disparitas layanan transportasi laut antarwilayah kepulauan. Untuk rute Kangean, selain dilayani kapal perintis, terdapat alternatif kapal Holalo, DBS, dan Express. Sementara rute Masalembu saat ini masih terbatas pada kapal perintis dan KM Bung Tomo.
Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan tambahan variasi kapal pada rute Masalembu sebagai bentuk pemerataan layanan transportasi laut.
“Kebijakan transportasi laut harus mengedepankan asas keadilan bagi seluruh masyarakat kepulauan, baik dari sisi jumlah armada maupun kualitas layanan,” ujarnya.
DPRD Sumenep memastikan akan terus mendorong regulasi serta dukungan anggaran sesuai kewenangan, demi terwujudnya layanan transportasi laut yang aman, layak, dan merata bagi masyarakat kepulauan.
Seiring mendekatnya Idul Fitri, arus mudik menuju Masalembu diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.(Tim/Red)







Komentar